Prabowo Bertemu Putin di Vladivostok, Bahas Kapal hingga Energi Nuklir

ANTARA FOTO/HO/Bakom RI/app/sg
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskwa, Rusia, Senin (13/4/2026).
3/9/2026, 14.17 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas sejumlah sektor dalam memperkuat kerja sama bilateral Rusia dan Indonesia. Sektor-sektor itu antara lain perluasan kemitraan pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi nuklir. 

Putin menilai hubungan Rusia dan Indonesia terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kedua negara juga terus meningkatkan kerja sama melalui mekanisme komisi bersama di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis.

"Kami memberikan perhatian pada pengembangan kerja sama bilateral di bidang pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi, khususnya energi nuklir," kata Putin, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (3/9). 

Putin menyampaikan hal itu saat jamuan santap siang dengan Prabowo di Vladivostok. Pertemuan itu berlangsung di sela-sela kegiatan Eastern Economic Forum ke-11.  Penguatan kerja sama antara Indonesia dan Rusia disebut berdampak pada volume perdagangan kedua negara meningkat 12% tahun lalu.

Rusia dan Indonesia juga telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia.  Perjanjian tersebut dapat membuka peluang baru bagi peningkatan akses pasar dan perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia.

"Jakarta dan Indonesia merupakan salah satu sahabat Rusia yang terpercaya dalam kerangka ASEAN. Kami juga bekerja sama di berbagai platform internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Putin. 

Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Rusia di berbagai bidang.  Menurutnya, Indonesia memandang Rusia sebagai mitra penting dan telah meningkatkan hubungan kedua negara menjadi kemitraan strategis.

"Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam lebih dari lima dasawarsa lebih. Bagi indonesia, Rusia adalah mitra yang sangat penting," kata Prabowo. 

Prabowo melihat posisi Rusia dan Indonesia sebagai negara yang memiliki kepentingan di kawasan Pasifik sebagai peluang untuk memperkuat konektivitas. Ia menilai kerja sama maritim memiliki arti penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. 

"Kita berdua adalah negara pasifik, dan bagi kami sebagai negara kepulauan, konektivitas dan kerjasama maritim sangat penting," ujar Prabowo. 

Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia yang berlangsung pada 12 Juni 2026 dan penyelenggaraan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026 yang lalu. 

Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri kedua momentum penting tersebut secara langsung. “Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan."

Meski demikian, Prabowo mengatakan kehadirannya di Vladivostok menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya untuk memenuhi komitmen terhadap hubungan Indonesia-Rusia.

“Tapi saya membayar hutang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang. Sekali lagi terima kasih,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu