Kawasan Gunung Bromo Terbakar Lagi, Wisata via Jemplang Ditutup Sementara
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara kunjungan wisata melalui pintu masuk Jemplang, Malang, setelah api membakar Savana Pengol sejak Kamis (10/9), sebulan usai kebakaran besar yang melanda kawasan konservasi ini dinyatakan padam.
“Penutupan diberlakukan sejak Kamis tanggal 10 September 2026 sampai dengan batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut,” demikian dikutip dari pengumuman resmi Balai Besar TNBTS, Jumat (11/9).
Mengutip keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, kawasan Gunung Bromo via Jemplang juga sempat terbakar pada Agustus lalu.
Dalam pengumuman resmi, pihak balai menyatakan bahwa kunjungan melalui pintu masuk lainnya, mencakup pintu Cemorolawang di Probolinggo dan Wonokitri di Pasuruan tetap dibuka. Namun, area kunjungan dibatasi.
“Batasan yang boleh dikunjungi hanya sampai laut pasir. Savana Lembah Watangan ditutup,” tulis pihak balai.
Sementara itu, akses transportasi dari Malang menuju Lumajang melalui Kecamatan Poncokusumo dan Kecamatan Senduro tetap bisa dilalui. Kunjungan wisata ke Ranu Regulo pun masih bisa dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Balai Besar TNBTS kemudian mengingatkan agar masyarakat dan pengunjung tetap berhati-hati serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. “Serta tidak melakukan aktivitas dalam bentuk apapun yang dapat memicu munculnya titik api baru di kawasan TNBTS,” demikian dikutip.
Pihak balai juga mengingatkan masyarakat dan pengunjung agar tidak mendekati lokasi kebakaran. Akses menuju lokasi kebakaran hanya untuk petugas, mitra, serta relawan penanganan dan pemadaman.
Baru Dinyatakan Padam Sebulan Lalu
Pada Jumat (14/8) lalu, Kementerian Kehutanan baru mengumumkan bahwa kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo sudah padam. Tim lapangan kemudian melanjutkan proses pendinginan dan pemantauan untuk mencegah munculnya kembali api.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menjelaskan bahwa hasil pemantauan tim pada Jumat (14/8) pukul 15.00 WIB, tidak menemukan api menyala di lokasi. Hanya saja, masih ada bara-bara api yang tersisa.
“Berdasarkan pemantauan sementara, tidak lagi terpantau nyala api aktif dan situasi saat ini relatif terkendali,” kata dia melalui keterangan tertulis.
Kebakaran yang terjadi sejak Senin (3/8) telah menghanguskan 1.220 hektare lahan di kawasan taman nasional tersebut. Kemudian pada akhir Agustus lalu, kebakaran juga sempat melanda Blok Ranu Kembang di jalur pendakian Gunung Semeru. Lokasinya berada di kawasan konservasi yang sama.