Hari Kelima Jurnalis Hilang, Tim SAR Perluas Pencarian hingga Lampung
Operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari kelima pada Jumat (11/9). Tim SAR gabungan masih mencari lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu yang belum diketahui keberadaannya setelah berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Berton Suar Pelita Panjaitan, mengatakan Tim SAR gabungan memperluas area pencarian untuk menemukan delapan orang tersebut. Tim melakukan pencarian melalui jalur laut dan udara di sejumlah wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Dalam pencarian melalui laut, tim memperluas area pencarian di sisi selatan Gunung Anak Krakatau hingga sekitar 20 nautical mile (NM) dari pusat aktivitas gunung. Tim kemudian memperluas pencarian ke arah utara dengan mempertimbangkan arus, pergerakan gelombang, dan arah angin.
Perluasan area pencarian juga mencakup perairan Lampung. Tim memasukkan wilayah tersebut dalam sasaran pencarian berdasarkan kemungkinan pergerakan objek atau korban akibat kondisi arus dan gelombang di Selat Sunda.
Tim SAR juga mengerahkan dukungan udara untuk memperluas jangkauan pencarian. Helikopter digunakan untuk melakukan pemantauan dari udara, sedangkan drone membantu pemantauan visual di sejumlah titik yang menjadi sasaran operasi.
Pada pencarian melalui udara Kamis (10/9), tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut di daratan pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau. Pemantauan terhadap Pulau Sertung juga belum menemukan tanda keberadaan rombongan.
"Pencarian langsung di Pulau Sertung tetap mempertimbangkan aspek keselamatan karena wilayah tersebut berada dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau,” kata Berton dalam siaran pers pada Jumat (11/9).
Selain pencarian melalui laut dan udara, tim juga menemukan sebuah benda yang diduga berupa pelampung atau jaket keselamatan. Tim masih melakukan identifikasi terhadap benda tersebut dan belum memastikan kaitannya dengan rombongan yang hilang.
Operasi pencarian melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, BPBD Kabupaten Serang, BPBD Provinsi Banten, TNI dan TNI AL, Polri dan Polairud, unsur SAR Lampung, pemerintah daerah, nelayan, masyarakat, serta potensi SAR lainnya.
“Hingga Jumat, 11 September, delapan orang tersebut masih dalam pencarian. Informasi mengenai keberadaan maupun kondisi mereka belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil operasi pencarian tim SAR gabungan,” ujar Berton.
Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Badan Geologi mencatat 14 kali erupsi Strombolian sejak berakhirnya periode erupsi menerus pada Minggu (6/9) hingga Jumat (11/9) pukul 06.00 WIB.