Cegah Keracunan Terulang, IDAI Usul MBG Dimasak di Kantin Sekolah

Katadata
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis
11/9/2026, 19.41 WIB

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengusulkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimasak dan disajikan di kantin sekolah. Ini untuk memastikan keamanan makanan yang akan dikonsumsi peserta didik.

Hal tersebut disampaikan IDAI merespons kembali maraknya keracunan MBG di sejunmlah daerah. Ketua Umum IDAI Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, dengan memasak MBG di kantin sekolah, maka makanan lebih segar saat disajikan. 

"Standar keamanan pangan itu sangat ketat dan tidak bisa ditawar-tawar," kata Piprim di Jakarta, Jumat (11/9) dikutip dari Antara.

Menurutnya, dengan memasak MBG di kantin sekolah, makanan yang disajikan lebih hangat atau segar saat dihidangkan. Selain itu, konsep penyajiannya bisa dibentuk sesuai selera anak agar mau dimakan, contohnya prasmanan.

Piprim juga mengatakan, konsep penyajian MBG bisa diubah agar sesuai selera anak, salah satunya dengan menjadi prasmanan. Menurutnya, konsep MBG perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Kemungkinan Penyebab Keracunan MBG

Prof Dr Damayanti Rusli dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI menjelaskan kemungkinan penyebab keracunan anak karena MBG. Kemungkinan pertama adalah paparan bakteri, jamur, cacing, hingga pestisida pada makanan.

Sedangkan kemungkinan penyebab kedua adalah kesalahan cara mengolah makanan. Damayanti mengatakan, salah satu bentuk kesalahan pengolahan antara lain mencampurkan makanan mentah dengan yang sudah masak.

"Temperatur penyimpanan makanan yang salah, bahan yang kurang bersih pencuciannya," kata Damayanti.

Dia juga mengingatkan bahwa keracunan dari makanan bisa saja menyebabkan kematian. Damayanti mengatakan lansia dan anak-anak di bawah lima tahun juga sangat sensitif terhadap keracunan.

Berbagai daerah melaporkan kasus keracunan MBG beberapa waktu belakangan. Salah satu yang dilaporkan berada di Berastagi, Karo, Sumatra Utara.  Gubernur Sumut Bobby Nasution, pada 14 Agustus lalu mengatakan terdapat 353 murid yang keracunan setelah mengkonsumsi MBG di Kabupaten Karo.

Salah satu yang menjadi korban keracunan MBG adalah Febiona Purba yang menjalani perawatan di RSU Amanda Berastagi. Febiona bahkan diduga mengalami hilang ingatan usai keracunan.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Jumat (11/9) juga sempat menyambangi Febiona dan sejumlah pelajar yang mengalami keracunan. Gibran menjanjikan rujukan  Febiona agar berobat di rumah sakit di Jakarta untuk mendapat penanganan yang lebih optimal sesuai dengan kondisi medisnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara