Prabowo Janji Tambah 300 Ribu Layar Digital untuk Sekolah

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/sgd/YU
Presiden Prabowo Subianto memberikan salam usai pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
19/9/2026, 09.58 WIB

Presiden Prabowo Subianto menargetkan penambahan hampir 300.000 layar digital pintar untuk sekolah di Indonesia pada 2026. Perangkat tersebut akan digunakan untuk memperluas akses pembelajaran berbasis teknologi, termasuk di pesantren.

Prabowo menyampaikan rencana tersebut saat memberikan sambutan dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (18/9) malam.

Dia mengatakan, sebelumnya pemerintah telah mengirimkan 228 ribu layar pintar digital untuk sekolah-sekolah di Indonesia. Pemerintah kemudian akan menambah jumlah perangkat tersebut dengan tambahan mendekati 300.000 unit pada 2026.

“Kami sudah mengirim 228 layar pintar digital untuk semua sekolah Indonesia. Tahun ini kita akan tambah, tambah mungkin mendekati 300.000 lagi,” kata Prabowo.

Gelar griya sekolah rakyat di Palu (ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan/bar/tom.)

Prabowo mengatakan, pemasangan layar digital tersebut nantinya tidak hanya menyasar sekolah umum, tetapi juga pesantren. Setiap sekolah ditargetkan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi layar digital.

Prabowo mengatakan, digitalisasi tersebut ditujukan agar siswa di berbagai daerah memiliki akses terhadap materi pembelajaran dan pengetahuan dari berbagai penjuru dunia.

“Sehingga anak-anak kita akan punya akses terhadap ilmu pengetahuan dari seluruh dunia bisa diakses oleh setiap sekolah,” kata dia.

Program tersebut merupakan bagian dari agenda pemerintah untuk memperluas pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Pemerintah sebelumnya menyatakan bahwa pada 2026 setiap sekolah akan mendapatkan tambahan tiga Interactive Flat Panel (IFP), setelah pada 2025 sekolah telah mendapatkan satu layar.

Dengan skema tersebut, setiap sekolah secara bertahap ditargetkan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi layar pintar interaktif. 

Sementara itu, Kemendikdasmen sebelumnya menyebut distribusi perangkat digital terus dilakukan secara nasional. Hingga September 2026, pemerintah disebut telah mendistribusikan 288.000 unit IFP ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman