BGN Uji Coba MBG Prasmanan di Lebih dari 60 Dapur SPPG

ANTARA FOTO/Makna Zaezar/agr
Seorang guru mendampingi siswa menyantap paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Purnama 2, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/9/2026). Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat realisasi penyerapan anggaran hingga 16 September 2026 pada program MBG tahun anggaran 2026 mencapai Rp139,77 triliun atau 68,89 persen dari pagu sebesar Rp218,77 triliun dan pemerintah terus melakukan pembenahan sistem tata kelola agar pelaksanaan program tersebut tepat sasaran dan kualitas layanan tetap terjaga.
5/10/2026, 14.08 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji coba penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan di lebih dari 60 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan uji coba tersebut mulai dilakukan pada 5 Oktober 2026. Dalam skema ini, makanan yang dimasak di SPPG atau central kitchen dibawa dalam kondisi hangat untuk kemudian disajikan secara prasmanan di kelas.

"Per hari ini, dari tanggal 5 ini kita sudah piloting di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas," kata Sudaryono ditemui di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (5/10).

Skema prasmanan diharapkan membuat makanan yang diterima siswa lebih hangat dan segar karena waktu tunggu antara makanan selesai dimasak dan dikonsumsi dapat dikurangi. Hal ini juga diharapkan menekan risiko makanan rusak yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

"Makannya lebih enak karena anget-anget, yang kedua tentu saja lebih fresh karena tidak ada delay waktu, sehingga mengurangi risiko kerusakan makanan," ujarnya.

Selain aspek kualitas makanan, Sudaryono mengatakan konsep prasmanan juga memiliki fungsi edukasi bagi siswa. Dalam pelaksanaannya, siswa akan dilibatkan untuk melayani makanan kepada teman dan guru secara bergiliran.

Menurutnya, penerapan skema tersebut membutuhkan pelatihan bagi dapur SPPG dan sekolah. Siswa yang bertugas akan menggunakan celemek dan sarung tangan serta dibagi dalam kelompok piket sekitar lima hingga enam orang.

Diuji di Sejumlah Wilayah

Sudaryono mengatakan uji coba MBG dengan konsep prasmanan dilakukan di sejumlah wilayah, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, serta Jayapura, Papua.

BGN masih mengevaluasi pelaksanaan uji coba tersebut untuk mengetahui persoalan yang mungkin muncul sebelum skema diperluas. "Kita bukan mau cerita sukses, tapi kita juga mau melihat persoalan-persoalannya apa," kata Sudaryono.

Dia mengatakan konsep prasmanan membutuhkan pembiasaan dan pelatihan karena melibatkan sekolah serta siswa secara langsung.

Laporan awal pelaksanaan uji coba menunjukkan tingkat makanan yang habis cukup tinggi. Dengan konsep prasmanan, siswa yang masih ingin menambah makanan dapat mengambil kembali sesuai kebutuhan.

"Sejauh saya terima laporannya, hampir katanya habis, habis semua," ujarnya.

Menurut dia, kondisi itu berpotensi mengurangi makanan yang terbuang atau food waste karena siswa dapat mengambil makanan sesuai kebutuhan.

Sudaryono mengatakan pola penyediaan makanan dalam konsep tersebut dapat menggunakan SPPG maupun central kitchen. Makanan dari central kitchen nantinya didistribusikan ke sekolah untuk disajikan dalam kondisi hangat.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina