Wintor Sudah Masuk Pasar Ekspor

ANTARA FOTO/HO/Hilman
Presiden Joko Widodo mencoba alat angkut perkebunan Wintor, di Cikarang, Bekasi, Jabar, Jumat (28/7).
Penulis: Padjar Iswara
14/8/2017, 16.28 WIB

Katadata - Pameran mobil GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) tak hanya menjadi andalan pabrikan-pabrikan Jepang, Korea, Tiongkok dan sejumlah negara Eropa untuk mengenalkan mobil-mobil terbarunya. Pabrikan dalam negeri juga unjuk gigi memperkenalkan kendaraan bermotor buatan dalam negeri. Salah satunya adalah “Wintor”, kendaraan segala medan yang diproduksi oleh PT Astra Otoparts Tbk, anak perusahaan PT Astra International Tbk.

"Wintor memiliki kandungan komponen lokal mencapai 86%. Saat ini Wintor telah digunakan sebagai alat angkut kelapa sawit di berbagai perusahaan perkebunan sawit di Indonesia," kata Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto di sela-sela pameran GIIAS 2017 di Gedung ICE, BSD City, Tangerang (Banten), Senin (14/8).

Wintor mengusung mesin diesel Kubota OC95 yang berlisensi pabrikan dari Jepang berkapasitas 400 cc. Kendaraan ini memiliki transmisi manual tiga percepatan, dengan 10 tenaga kuda, serta kecepatan maksimum 28 kilometer per jam. Sistem penggeraknya berupa optional rear wheels with locking. Ini membuatnya cocok digunakan di medan perkebunan.

Kerangka Wintor dibuat dari bahan metal bulat (tabular). Kendaraan ini masuk pasar dengan tiga varian— Composter, XP500, dan XH 500, serta kapasita angkut yang beragam. Composter memiliki daya angkut 300 kilogram, XP500 480 kilogram, dan XH500 600 kilogram. Kendaraan ini masuk pasar melalui PT Velasto Indonesia, dengan harga sekitar Rp 60 jutaan. Hampir seluruh konsumen Wintor adalah perusahaan atau pengusaha kebun sawit.

Konsumen Wintor bukan hanya dari Indonesia, melainkan juga dari Malaysia, negara dengan kawasan kebun sawit sangat luas, seperti halnya di Indonesia. Dengan berbagai kelebihannya untuk mendukung bisnis kebun sawit, Wintor memiliki potensi sangat besar masuk ke pasar kendaraan di Negeri Jiran itu. “Sejak mulai dipasarkan pada 2013 lalu sampai sekarang sudah ada 1.177 unit Wintor beroperasi dan tersebar di berbagai lokasi di Indonesia dan Malaysia sejak masuk pasar pada 2013 lalu,” ungkap Prijono.

Pada akhir Juli 2017 acara peresmian ekspor perdana Wintor di Divisi Engineering Development Center Astra Otoparts di Cikarang (Jawa Barat) mendapat kunjungan Presiden Joko Widodo. Wintor juga menerima kunjungan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada saat melakukan stand tour pada hari pembukaan GIIAS pada Kamis lalu (10/8).

Di GIIAS 2017, Astra International juga mengusung catatan kinerja yang telah mereka capai bersama anak-anak perusahaannya, terutama di bidang manufaktur otomotif. Satu dari sembilan yayasan Astra, yakni Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA)— turut meramaikan GIIAS 2017. Mereka membuat tampilan tiga dimensi pohon industri dan pameran produk mitra YDBA. YDBA fokus di bidang pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Kami mereka telah memiliki 9.828 mitra dan menyerap 63.205 tenaga kerja”.