Kementan Klaim Harga Pakan di Tingkat Peternak Turun

ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Ternak ayam
20/3/2019, 13.55 WIB

Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim harga pakan ternak sudah berangsur turun sejak bulan lalu. Penurunan harga pakan ternak dipengaruhi turunnya harga jagung yang memasuki panen raya pada Februari-Maret. Penurunan harga pakan akan berimbas pada turunnya harga ternak.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) I Ketut Diarmita mengatakan penurunan harga terlihat berdasarkan laporan dari beberapa pabrik pakan yang diterima Kementan. Harga pakan ayam broiler turun Rp 100-300 per kilogram (kg), dan pakan ayam layer turun Rp 150-300 per kg. Sementara, harga pakan broiler saat ini berada di kisaran Rp 6.700-7.300 per kg dan pakan layer di kisaran Rp 5.200-6.200 per kg.

Tingginya harga ternak, seperti unggas dan daging sapi disebabkan mahalnya harga pakan. Dia mengatakan salah satu solusi dalam menangani masalah tingginya harga kebutuhan pangan ini adalah dengan memastikan ketersediaan pakan ternak, utamanya jagung pada harga yang wajar.

(Baca: Pengusaha Pakan Ternak Bantah Klaim Pemerintah soal Harga Jagung Turun)

Menurut Ketut, pakan sangat mempengaruhi efisiensi dalam budidaya ternak. Pasalnya, biaya budidaya ternak menempati porsi terbesar dari total biaya produksi yaitu 70-80 persen. “Jadi, pakan yang disediakan harus baik kualitasnya, cukup jumlahnya, dan harganya terjangkau,” katanya dalam keterangan resmi Kementan, Rabu (20/3).

Selain itu, pemerintah terus menjembatani hasil panen jagung petani agar diserap oleh peternak. Alasannya, jagung untuk bahan pakan ternak merupakan komponen terbesar yang dibutuhkan pabrik pakan skala besar, peternak ayam mandiri (self mixing), dan pabrik pakan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), termasuk pabrik pakan milik koperasi susu.

Halaman: