Kisah Teh Herbal Glaranadi Tembus Pasar Dunia Lewat Program Ekspor Shopee 

Webinar Shopee
Pemilik Glaranadi Junita Riany dalam Webinar Shopee 9.9 Super Shopping Day, Jumat (22/8). Foto: Webinar Shopee
24/8/2025, 19.27 WIB

Produk teh herbal lokal Indonesia, Glaranadi mengatakan mereka berhasil menembus pasar ekspor melalui Program Ekspor Shopee. Glarandi bisa menembus ekspor setelah sebelumnya mencatat pertumbuhan pesanan hingga tiga kali lipat di pasar domestik.

Didirikan pada 2020, Glaranadi berfokus menghadirkan minuman herbal seperti Chamomile Tea, Spearmint Tea, dan Matcha Tea yang bukan hanya sebagai minuman, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehat. 

Junita Riany, pemilik Glaranadi, mengatakan bahwa perjalanan bisnisnya dimulai dari pengalaman pribadi mencari solusi kesehatan alami.

“Shopee menjadi langkah awal bagi kami untuk bisa menjangkau lebih banyak orang. Awalnya kami menciptakan Glaranadi karena pengalaman pribadi menghadapi masalah kesehatan,” katanya dalam acara Webinar Shopee 9.9 Super Shopping Day secara daring, Jumat (22/8). 

Ia bercerita, berkat dukungan ekosistem digital seperti Shopee, produk-produk ini tidak hanya diminati konsumen lokal, tetapi juga mulai digemari pembeli internasional.

Junita menjelaskan, dari penjual kecil, Glaranadi kemudian resmi masuk Shopee Mall pada 2023 dan mencatat lonjakan pesanan hingga tiga kali lipat pada 2024 dibanding tahun sebelumnya. 

“Kini lebih dari 80% penjualan kami berasal dari Shopee,” katanya. 

Kesuksesan tersebut mendorong Glaranadi untuk memperluas jangkauan melalui Program Ekspor Shopee. Program ini membuka peluang bagi brand lokal untuk menghadirkan produknya di pasar internasional.

Junita mengatakan, berkat program tersebut, permintaan dari luar negeri meningkat dan menjadi salah satu pencapaian terbesar Glaranadi sejak berdiri.

Tidak hanya mengandalkan penjualan, Glaranadi juga aktif memanfaatkan fitur interaktif Shopee seperti Shopee Live dan Shopee Video untuk mengedukasi konsumen mengenai kandungan serta manfaat teh herbal. Interaksi yang terbangun membuat konsumen lebih percaya sekaligus meningkatkan loyalitas mereka.

“Kami ingin Glaranadi dikenal tidak hanya sebagai brand wellness, tapi juga sahabat mindful yang mengajak banyak orang untuk seduh ketenangan diri,” kata Junita.

Junita juga mengatakan, dari sisi operasional, kapasitas produksi Glaranadi juga meningkat signifikan. Jika sebelumnya hanya mampu memproduksi ratusan paket, kini produksinya mencapai ribuan paket setiap bulan, ditunjang dengan penguatan tim serta penggunaan mesin modern.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina