Huawei meluncurkan jam tangan pintar (smartwatch) pertama yang memakai sistem operasi HarmonyOS, yaitu Huawei Watch GT 3 di Indonesia. Gawai ini juga memiliki beragam fitur kesehatan, termasuk pemantau kesehatan mental.

Training Director of Huawei CBG Indonesia Edy Supartono mengatakan, jam tangan pintar Huawei Watch GT 3 merupakan perangkat wearable pertama yang didukung HarmonyOS. Sistem operasi ini diklaim mampu meningkatkan pengalaman pengguna.

"HarmonyOS pada Watch GT 3 mampu mengintegrasikan layanan dengan perangkat dan aplikasi lain secara mudah," kata Edy dalam konferensi pers virtual, Senin (8/11).

Dengan HarmonyOS, aplikasi tertentu dari pihak ketiga yang biasa dipakai pengguna akan tetap berfungsi. "Jadi, aplikasi lain akan tersinkronisasi," katanya.

HarmonyOS merupakan sistem operasi mandiri besutan Huawei. Ini menjadi alternatif ketika perangkat Huawei tak bisa menggunakan OS Android milik Google.

Raksasa teknologi asal Cina itu mengembangkan sistem operasi sendiri yang dikenal dengan HongMeng sejak 2012. Namun awal 2019, perusahaan Tiongkok ini masuk daftar hitam (blacklist) terkait perdagangan di Amerika Serikat (AS).

Alhasil, Huawei tak bisa bekerja sama dengan perusahaan AS, termasuk Google. Sejak Agustus tahun lalu, gawai Huawei tak lagi didukung OS Android maupun Layanan Seluler Google (GMS) seperti Gmail, YouTube, dan lainnya.

Sejak saat itu, Huawei mulai menyematkan HarmonyOS pada perangkat. Pada Agustus ini, jumlah pengguna OS buatan Huawei itu telah mencapai sekitar 100 juta.

Country Head Huawei CBG Indonesia Patrick Ru mengatakan, HarmonyOS juga mendukung integrasi ekosistem perangkat di Huawei. "Sejak 2020 Huawei berupaya memperkuat strategi integrasi ekosistem itu dengan skema 1+8+N," katanya.

Strategi 1+8+N Huawei berdasarkan pada konsep yang berfokus menghadirkan layanan digital secara terhubung sepenuhnya di dalam satu ekosistem. Menurutnya, ekosistem ini menghadirkan kumpulan teknologi baru yang dikontrol oleh smartphone.

Halaman:
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan