New York Tuntut TikTok dan Instagram Dituding Ganggu Mental Anak-anak
Pemerintah Kota New York, Amerika Serikat, menuntut TikTok, Instagram, hingga Google dengan tudingan menyebabkan anak-anak menderita gangguan kesehatan mental. Gugatan diajukan Departemen Kesehatan dan Kebersihan Mental serta Departemen Pendidikan NYC.
Pemerintah New York menilai platform tersebut menyebabkan kecanduan yang memicu krisis kesehatan mental anak muda secara nasional. Selain itu, platform tersebut melakukan gangguan publik dan kelalaian.
Pemerintah New York mengklaim fitur desain platform, termasuk algoritma rekomendasi dan like, membuat anak-anak kecanduan layanan dan memanipulasi pengguna untuk menghabiskan lebih banyak waktu online.
Walikota NYC Eric Adams menyinggung skeptisismenya terhadap platform media sosial di masa lalu, termasuk baru-baru ini dalam pidato kenegaraan di Januari.
Dalam pidato tersebut, ia berbicara tentang saran dari komisaris kesehatan yang mengkategorikan media sosial sebagai bahaya kesehatan masyarakat.
"Sama seperti yang dilakukan oleh dokter bedah umum terhadap tembakau dan senjata api, kami memperlakukan media sosial seperti bahaya kesehatan masyarakat lainnya dan memastikan bahwa perusahaan teknologi bertanggung jawab atas produk mereka," kata walikota dalam pidatonya, dikutip dari The Verge, Kamis (15/2).
Juru bicara Meta Andy Stone mengatakan Meta ingin para remaja mendapatkan pengalaman online yang aman dan sesuai dengan usia mereka. “Kami memiliki lebih dari 30 alat dan fitur untuk mendukung mereka dan orang tua mereka," katanya dalam sebuah pernyataan.
Sedangkan juru bicara Snap menjelaskan perbedaan antara Snapchat dan platform media sosial lainnya. “Aplikasi ini sengaja dirancang agar berbeda dari media sosial tradisional, dengan fokus untuk membantu Snapchaters berkomunikasi dengan teman-teman dekat mereka," ujarnya dalam pernyataan.
Seorang juru bicara TikTok menyampaikan fitur-fitur yang disediakan perusahaan sebagai perlindungan terdepan di industri aplikasi untuk mendukung kesejahteraan remaja. Seperti fitur-fitur yang dibatasi usia, kontrol orang tua, batas waktu 60 menit otomatis untuk pengguna di bawah 18 tahun, dan banyak lagi.
Adapun, Juru bicara Google, José Castañeda, menyebut tuduhan NYC tersebut sama sekali tidak benar.
"Bekerja sama dengan para ahli anak muda, kesehatan mental, dan pengasuhan anak, kami telah membangun layanan dan kebijakan untuk memberikan pengalaman yang sesuai dengan usia anak muda, dan orang tua memiliki kontrol yang kuat," kata Castañeda dalam sebuah pernyataan.
Gugatan dari Pemerintah New York menambah gelombang litigasi yang terus meningkat dari pemerintah negara bagian dan lokal, yang menargetkan platform teknologi untuk fitur-fitur yang diduga membuat ketagihan yang menipu dan membahayakan anak-anak.
Pemerintah negara bagian Maryland juga menuntut perusahaan media sosial pada Juni lalu. Karena dinilai berkontribusi terhadap krisis kesehatan mental.
Puluhan pemerintah negara bagian menggugat Meta pada musim gugur lalu karena diduga menyesatkan publik tentang bahaya yang dapat ditimbulkan oleh layanannya terhadap pengguna muda.