BMKG Prediksi Curah Hujan Tinggi, Ini Daftar Web dan Aplikasi Cek Banjir

Katadata
Update Banjir Jakarta Hari ini
Penulis: Rahayu Subekti
Editor: Yuliawati
23/1/2026, 12.50 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia. Melalui akun Instagram resmi @infobmkg, BMKG juga menerbitkan peringatan dini cuaca Indonesia untuk tiga hari selama 22-24 Januari 2026.

Dalam peringatan yang dipublikasi pada Kamis (23/1), DKI Jakarta dan Banten masuk dalam radar potensi wilayah terdampak cuaca ekstrem. Dua wilayah ini masuk dalam level peringatan Awas yaitu hujan sangat lebat hingga ekstrem.

Lalu dalam peringatan dini cuaca Jabodetabek, Kabupaten Bekasi masuk di level waspada atau hujan sedang hingga lebat. Sementara Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok masuk ke level Siaga atau hujan lebat hingga sangat lebat.

Selanjutnya untuk wilayah Kota Tangerang Selatan, kabupaten Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Kabupaten Seribu masuk level awas yaitu hujan sangat lebat hingga ekstrem.

Selain itu, BMKG juga memberikan peringatan dini angin kencang untuk wilayah Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok.

“Peringatan dini cuaca ini menunjukkan nilai akumulasi harian paling tinggi dalam satu kota atau kabupaten,” tulis BMKG dalam unggahannya melalui Instagram, Jumat (23/1).

Dengan adanya peringatan cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi ini, masyarakat bisa memanfaatkan sejumlah platform digital yang disediakan pemerintah dan lembaga terkait untuk mengetahui informasi bencana, termasuk banjir. Berikut daftar aplikasi dalam website resmi yang dihimpun Katadata.co.id:

1. inaRISK dan inaRISK Personal

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyediakan platform inaRISK yang menampilkan peta risiko bencana di seluruh Indonesia. Melalui situs maupun aplikasi inaRISK Personal, masyarakat dapat mengetahui tingkat kerawanan daerahnya terhadap banjir, tanah longsor, gempa bumi, kebakaran hutan, hingga tsunami.

Pengguna cukup membuka situs atau mengunduh aplikasinya, lalu mengaktifkan lokasi. Sistem akan menampilkan tingkat risiko wilayah beserta rekomendasi langkah mitigasi. Berikut langkah menggunakannya: 

  • Buka website inaRISK atau install aplikasi inaRISK Personal

  • Login (bisa sebagai Guest / tanpa akun)

  • Aplikasi akan mendeteksi lokasi yang dipilih Pilih menu “Info bahaya” untuk lihat risiko di lokasi yang ingin dituju
  • Untuk tiap jenis bahaya (misal banjir, gempa), inaRISK menunjukkan tingkat risiko + rekomendasi mitigasi (sebelum, saat, sesudah bencana)

2. Info BMKG

Aplikasi resmi BMKG ini menjadi salah satu platform yang paling banyak digunakan masyarakat. Meski tidak memiliki menu untuk menampilkan informasi banjir secara langsung, namun aplikasi ini bisa memberikan informasi terkait cuaca sesuai keakuratan wilayah yang dipilih.

Setelah instalasi, aplikasi otomatis mendeteksi lokasi pengguna. Masyarakat dapat mengaktifkan notifikasi agar mendapatkan peringatan dini secara langsung.

3. PetaBencana.id

Berbeda dari aplikasi pemerintah, PetaBencana.id menggunakan data laporan masyarakat secara real-time untuk menampilkan kondisi banjir, banjir bandang, dan bencana hidrometeorologi lainnya. Platform ini bekerja sama dengan BNPB dan pemda, tetapi berbasis crowdsourcing..

Untuk menggunakannya, pengguna cukup membuka situs PetaBencana.id. Tampilan peta interaktif akan menunjukkan laporan banjir di sekitar wilayah. Masyarakat juga dapat mengirim laporan melalui Telegram, X (Twitter), atau Facebook Messenger hanya dengan mengirimkan pesan ke bot resmi PetaBencana. Laporan warga akan diverifikasi dan langsung muncul di peta, sehingga membantu koordinasi saat bencana berlangsung.

4. Aplikasi Jakarta Kini (JAKI)

Aplikasi ini menjadi salah satu kanal yang bisa digunakan untuk memantau banjir, khususnya di DKI Jakarta. Melalui fitur JakPantau, warga dapat memantau titik genangan berdasarkan lokasi, waktu kejadian, serta kedalaman air yang ditampilkan menggunakan kode warna.

Melalui JAKI, pengguna dapat mengakses data tinggi muka air di berbagai pintu air strategis seperti Manggarai, Katulampa, dan Karet. Selain itu, JAKI juga menyediakan informasi mengenai status operasional pompa air di seluruh wilayah Jakarta.

5. Pantaubanjir

Aplikasi Pantaubanjir yang dikelola Dinas Sumber Daya Air (DSDA) DKI Jakarta ini juga bisa menyajikan visualisasi data untuk memantau banjir,

Di dalam aplikasi ini, pengguna bisa melihat grafik kenaikan air selama 24 jam terakhir. Hal ini sangat berguna untuk memprediksi apakah air akan terus naik atau mulai surut. Pantaubanir juga membagi informasi berdasarkan wilayah (Jakarta Pusat, Utara, Barat, Selatan, dan Timur) sehingga informasi yang didapat lebih spesifik sesuai domisili.

6. Google Maps dan Waze

Meskipun bukan aplikasi khusus memantau banjir, namun Google Maps dan Waze juga memiliki fitur khusus flood layer. Fitur ini bisa menampilkan laporan hambatan jalan akibat cuaca.

Saat terjadi banjir, Google Maps akan menandai area yang tertutup air dengan ikon peringatan merah. Sementara Waze dengan komunitas pengemudi yang aktif, akan memberikan informasi paling cepat saat ada penutupan jalan akibat banjir. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti