Pemerintah AS Gelontorkan Dana Rp 2 Triliun Bangun 7 Lembaga Riset AI

Katadata
Ilustrasi teknologi
Penulis: Lavinda
8/5/2023, 14.03 WIB

Lembaga Ilmu Pengetahuan Nasional atau National Science Foundation (NSF) Amerika Serikat (AS) bekerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi dan lembaga federal lain menggelontorkan dana investasi US$ 140 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun untuk mendirikan tujuh lembaga penelitian kecerdasan buatan atau AI Institute baru.

Secara akumulasi, NSF dan mitra pendanaan kini telah menginvestasikan hampir US$ 500 juta dalam jaringan penelitian AI Institutes yang menjangkau hampir setiap negara bagian AS.

Dikutip dari situs resmi NSF, pemerintah melalui lembaga tersebut mendirikan AI institute baru sebagai bagian dari upaya untuk memajukan pendekatan kohesif demi memanfaatkan peluang dan mengatasi risiko terkait AI.

AI Institute baru akan memajukan penelitian AI dasar yang mempromosikan sistem dan teknologi AI yang etis dan dapat dipercaya. Selain itu, mengembangkan pendekatan baru untuk keamanan dunia maya, berkontribusi pada solusi inovatif untuk perubahan iklim, memperluas pemahaman tentang kecerdasan, dan memanfaatkan kemampuan AI untuk meningkatkan pendidikan dan kesehatan masyarakat.

AI Institute akan mendukung pengembangan tenaga kerja AI yang beragam di AS, serta membantu mengatasi risiko dan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh AI.

“Lembaga Penelitian AI Nasional adalah komponen penting dari ekosistem inovasi, infrastruktur, teknologi, pendidikan, dan kemitraan AI AS. Lembaga ini mendorong penemuan yang akan memastikan negara berada di garis depan revolusi AI global,” kata Direktur NSF Sethuraman Panchanathan dalam keterangan pers, dikutip Senin (8/5).

Direktur Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih Arati Prabhakar menambahkan, investasi federal akan memajukan infrastruktur dan inovasi AI AS, sehingga AI dapat membantu mengatasi beberapa tantangan terbesar yang dihadapi AS, mulai dari perubahan iklim hingga kesehatan.

"Hal terpenting, jaringan Institut Riset Kecerdasan Buatan Nasional yang berkembang akan mendorong inovasi yang bertanggung jawab yang melindungi keselamatan dan hak-hak orang,” kata Arati.

Institut AI yang baru adalah kolaborasi interdisipliner di antara para peneliti AI dan didukung oleh pendanaan bersama dari Institut Standar dan Teknologi Nasional (NIST) Departemen Perdagangan AS, Direktorat Sains dan Teknologi Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS S&T), Institut Pangan dan Pertanian Nasional Departemen Pertanian AS (USDA NIFA), Institut Ilmu Pendidikan Departemen Pendidikan AS (ED IES), Kantor Wakil Menteri Pertahanan untuk Riset dan Teknik (DoD OUSD R&E) Departemen Pertahanan AS, dan IBM Corporation (IBM).

“Penelitian dasar dalam AI dan pembelajaran mesin tidak pernah sepenting ini untuk memahami, membuat, dan menerapkan sistem bertenaga AI yang memberikan solusi transformatif dan terpercaya di seluruh masyarakat kita,” kata Asisten Direktur NSF untuk Ilmu dan Teknik Komputer dan Informasi Margaret Martonosi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.