Kominfo Telusuri Dugaan Kebocoran 34 Juta Data Paspor WNI

www.vecteezy.com
Ilustrasi Visa dan Paspor
5/7/2023, 23.27 WIB

Kementerian Komunikasi dan Informatika menelusuri dugaan kebocoran data paspor 34,9 juta penduduk Indonesia. Meski demikian, hingga Rabu (5/7) pukul 20.00 WIB, tim belum dapat menyimpulkan adanya kebocoran data dalam jumlah besar.

"Kesimpulan ini diambil setelah dilakukan beberapa tahap pemeriksaan secara hati-hati terhadap data yang beredar," ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan dalam keterangan tertulis, Rabu (5/7).

Kominfo juga akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam menelusuri dugaan kebocoran data paspor. Kementerian tersebut juga akan melanjutkan penelusuran dan akan merilis hasil temuan mereka.

Kominfo juga meminta penyedia platform digital meningkatkan keamanan data pribadi pengguna. "Serta memastikan keamanan sistem elektronik yang dioperasikan," kata Samuel.

Sebelumnya, sebanyak 34 juta data paspor warga negara Indonesia dikabarkan bocor dan diperjualbelikan di situs bjork.ai. Data yang tersebar ke publik merupakan data pemerintah pada periode 2009-2020.

Hal ini diungkapkan Konsultan Keamanan Siber Teguh Aprianto dalam cuitan di akun Twitter-nya @secgron. "Buat yang sudah punya paspor, selamat karena 34 juta data paspor baru saja dibocorkan dan diperjualbelikan." ujar Teguh, Rabu (5/7).

Menanggapi kabar tersebut, Direktur Jenderal Imigrasi Silmy Karim mengatakan pihaknya sedang menyelidiki dugaan kasus kebocoran data tersebut. Dia mengatakan basis data Imigrasi disimpan di server pemerintah yang bernama Pusat Data Nasional di Kominfo.