Amazon PHK Lagi Setelah Pecat 16 Ribu Karyawan
Amazon kembali melakukan pemutusan hubungan kerja alias PHK terhadap sedikitnya 100 pegawai di unit robotika. Raksasa teknologi Amerika Serikat ini sebelumnya memecat 16 ribu karyawan.
Raksasa e-commerce itu mengonfirmasi bahwa PHK terjadi pada karyawan di seluruh unit robotika yang bertanggung jawab merancang robot serta alat otomatisasi untuk operasional gudang.
“Kami secara teratur meninjau organisasi kami untuk memastikan tim kami siap berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi pelanggan kami," kata Amazon dalam pernyataan pers, dikutip dari Reuters, Selasa (4/3).
Amazon melakukan PHK terhadap sekitar 16 ribu pekerja pada Januari. Saat itu, perusahaan juga telah memberi sinyal bahwa langkah efisiensi kemungkinan masih akan berlanjut.
Secara keseluruhan, Amazon telah melakukan serangkaian PHK dalam beberapa waktu terakhir, dimulai pada Oktober 2026, perusahaan memangkas sekitar 14 ribu karyawan. Hingga kini, total pengurangan pekerja perusahaan diperkirakan mencapai sekitar 30 ribu orang.
Perusahaan mengaitkan langkah efisiensi tersebut dengan peningkatan produktivitas berkat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan perubahan budaya kerja di internal perusahaan.
Meski demikian, sebagian besar dari sekitar 1,5 juta tenaga kerja Amazon merupakan pekerja bergaji per jam yang bekerja di pusat pemenuhan pesanan atau gudang logistik.
PHK terbaru ini juga terjadi setelah Amazon pada Januari lalu menghentikan pengembangan robot lengan otomatis bernama Blue Jay robot. Robot tersebut sebelumnya diperkenalkan pada sebuah acara perusahaan pada Oktober 2025 dan dirancang untuk membantu pekerja mengambil beberapa barang sekaligus di ruang kerja yang lebih sempit.
Selain unit robotika, dalam setahun terakhir Amazon juga memangkas sejumlah kecil pekerjaan di berbagai divisi lain. Termasuk unit perangkat dan layanan, bisnis buku, podcast, hingga hubungan masyarakat.