Penipuan Melonjak Jelang Lebaran: Ganti Kontak di Google, Kurir Minta Kode OTP
Penipuan melonjak menjelang Lebaran. Modusnya beragam, mulai dari mengganti kontak toko atau perusahaan resmi di Google Maps hingga berpura-pura menjadi kurir dengan metode bayar di tempat alias cash on delivery (COD).
“Trennya meningkat dibandingkan sebelum bulan puasa,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers RDKB OJK di Jakarta, Selasa (3/3).
OJK menerima 13.130 terkait penipuan selama 10 hari Ramadan. Selain itu, 22.593 rekening terindikasi penipuan.
Katadata.co.id merangkum beberapa temuan dugaan penipuan menjelang lebaran:
Investasi Berhadiah
Perempuan yang akrab disapa Kiki itu mengatakan, ada laporan dugaan penipuan dengan modus tawaran berinvestasi berhadiah. Begitu masyarakat mengeklik tautan atau link yang diberikan, maka datanya bisa dicuri.
Jual Beli Mobil Bekas
Mobil bekas biasanya dicari menjelang Lebaran, untuk kebutuhan mudik. Namun OJK menerima laporan adanya dugaan penipuan berkedok jual beli mobil bekas.
Kiki mengatakan OJK berhasil menyelamatkan uang yang terlanjur dikirim ke penipu.
Mengganti Nomor Kontak di Google Maps
Pemilik kedai H. Asari yang berlokasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, bercerita melalui akun Instagram @kedai_h.asari, bahwa nomor telepon restoran di Google Maps diubah oleh oknum. Dengan begitu, konsumen memesan lewat nomor kontak penipu.
Pelaku kemudian meminta calon korban mengirimkan uang ke rekening, namun makanan tidak dikirim.
Kurir Minta Kode OTP
Akun Instagram @razkamakeup_11 bercerita pengalamannya dikirim pesan lewat WhatsApp dan ditelepon kurir yang mengaku dari J&T Express, dengan alasan ingin mengonfirmasi paket. Namun pelau meminta kode OTP.
Kode OTP merupakan salah satu tahapan keamanan. Jika kode OTP diberikan kepada orang lain, maka orang tersebut bisa mengakses akun atau bahkan ponsel korban.
Paket COD
Katadata.co.id menemukan sejumlah penipuan dengan modus kurir ingin mengantarkan barang dengan metode pembayaran COD, padahal calon korban tidak memesan produk yang dimaksud.
Chat Konsumen Langsung di Platform E-commerce
Jika selama ini pelaku menggunakan WhatsApp untuk mengirimkan tautan palsu atau mengarahkan korban untuk mengikuti instruksi, penipu kini juga menggunakan fitur chat yang tersedia di platform.
Katadata.co.id menjumpai setidaknya dua pelaku yang membuat akun dengan nama Shopee. Pelaku meminta konsumen mengeklik tautan, dengan alasan untuk menghindari akun diblokir.
Jika tautan itu diklik, pelaku berpotensi mengambil alih akun e-commerce korban.
Situs Palsu
Akun Instagram @detektifpenipuan mengungkapkan modus situs resmi yang mirip dengan perusahaan resmi. Pelaku hanya mengubah font salah satu huruf, sehingga membuat calon korban kesulitan membedakan yang asli dengan yang palsu.
Untuk menghindari penipuan, OJK meminta masyarakat selalu menggunakan platform berlisensi resmi. Kemudian, memeriksa URL resmi sebelum login atau transfer.
Selain itu, tidak mengirim data pribadi ke kontak yang tidak dikenal dan selalu menggunakan password yang kuat.