Trump Disebut Ajak Elon Musk hingga Bos Apple dalam Kunjungan ke Cina
XEO Tesla Elon Musk, Ketua Eksekutif Dewan Direksi Apple Tim Cook, CEO GE Aerospace Larry Culp, dan CEO Boeing Kelly Ortberg disebut akan mendampingi Presiden AS Donald Trump dalam kunjungannya ke Cina minggu ini.
Seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa peserta lainnya yakni Dina Powell McCormick dari Meta, Larry Fink dari BlackRock, Stephen Schwarzman dari Blackstone, Sanjay Mehrotra dari Micron, Michael Miebach dari Mastercard, Cristiano Amon dari Qualcomm, dan Ryan McInerney dari Visa, dan CEO Cisco Chuck Robbins.
"Mereka diundang oleh Gedung Putih untuk bergabung dalam perjalanan ke Cina, tetapi tidak dapat hadir karena laporan keuangan perusahaan akan dirilis minggu ini," kata juru bicara perusahaan, dikutip dari Reuters, Selasa (12/5).
Hadir pula Brian Sikes dari Cargill, Jim Anderson dari Coherent, dan Jacob Thaysen dari Illumina.
AS dan Cina diperkirakan menyepakati forum untuk memfasilitasi perdagangan dan investasi bersama. Tiongkok diprediksi mengumumkan pembelian terkait pesawat Boeing, serta pertanian dan energi Amerika.
Kesepakatan bisnis atau pembelian besar sering diumumkan selama pertemuan puncak antara Cina dan Amerika Serikat.
Kedua negara juga akan membahas perpanjangan 'gencatan senjata' dalam perang dagang mereka yang memungkinkan mineral langka mengalir dari Cina ke AS, meskipun belum jelas apakah perjanjian itu akan diperpanjang minggu ini.
Ortberg mengatakan kepada Reuters pada April bahwa Boeing mengandalkan pemerintahan Trump untuk membantu dalam mewujudkan pesanan besar yang telah lama ditunggu-tunggu dari Cina.
Cina dan produsen pesawat AS telah melakukan pembicaraan panjang untuk kesepakatan yang menurut sumber industri dapat mencakup 500 jet 737 MAX, ditambah puluhan jet berbadan lebar yang ditenagai oleh mesin GE. Ini akan menjadi pesanan Boeing besar pertama negara itu sejak 2017, dan pengumuman pesanan apa pun akan dianggap sebagai kemenangan besar bagi KTT para pemimpin. Ini juga bisa menjadi pesanan pesawat terbesar dalam sejarah.
CEO Jensen Huang, yang selama ini mengeluhkan larangan ekspor cip ke Cina, tidak akan pergi ke Beijing bersama Trump, kata seseorang yang mengetahui masalah tersebut.
Sumber tersebut mengatakan, Huang tidak diundang, karena Gedung Putih lebih fokus pada masalah pertanian dan penerbangan komersial, seperti pesanan pesawat Boeing, dalam kunjungan kali ini.
Trump telah mengembangkan hubungan yang kuat dengan Jensen Huang sejak menjabat dan setuju untuk mengizinkan ekspor cip AI H200 perusahaan itu ke Cina. Namun, cip ini belum terjual, kata Menteri Perdagangan Howard Lutnick pada 22 April, dengan alasan kesulitan yang dihadapi perusahaan-perusahaan Tiongkok dalam mendapatkan izin dari Beijing untuk membelinya.
Pertemuan terakhir antara Trump dan Presiden Cina Xi Jinping terjadi pada Oktober di Korea Selatan, di mana mereka sepakat untuk menghentikan sementara perang dagang yang sengit yang menyebabkan AS memberlakukan tarif tiga digit pada barang-barang Tiongkok dan Beijing mengancam akan membatasi pasokan global logam tanah jarang.