Induk Instagram dan Facebook, Meta, menggandeng Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan UKMIndonesia.id meluncurkan Small Business Growth Academy (SBGA) di Indonesia. Program ini akan melatih 150 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bandung, Batam, dan Jakarta agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas hingga memperluas pasar ekspor.

Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif regional Meta yang dijalankan di 12 pasar Asia Pasifik. Di Indonesia, peserta akan mengikuti workshop, sesi pendampingan (mentoring), dan pembelajaran langsung mengenai pemanfaatan AI dalam operasional bisnis.

Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan pemasaran digital, penggunaan AI untuk meningkatkan produktivitas, serta strategi memperluas peluang ekspor ke pasar internasional.

Country Director Meta Indonesia Pieter Lydian mengatakan, minat UMKM terhadap AI sebenarnya sudah tinggi. Tantangan terbesar saat ini adalah mendorong pelaku usaha agar percaya diri menerapkan teknologi tersebut dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

"Usaha kecil dan menengah di Indonesia sudah tertarik dengan AI. Bagian tersulitnya adalah mengubah ketertarikan tersebut menjadi penggunaan sehari-hari yang percaya diri. Kami percaya masa depan untuk semua orang, bukan hanya pemain besar," kata Pieter dalam keterangan resmi, Rabu.

Menurut dia, melalui Small Business Growth Academy, Meta ingin membekali pelaku UMKM dengan keterampilan AI yang praktis agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, termasuk di luar Indonesia.

78% UMKM Sudah Gunakan AI

Meta mengutip riset Deloitte dalam laporan AI for Business: APAC Trends yang menunjukkan adopsi AI di kalangan UMKM Indonesia terus meningkat.

Sebanyak 78% UMKM di Indonesia dan sejumlah negara Asia Pasifik telah menggunakan sedikitnya satu perangkat berbasis AI. Selain itu, 82% responden berencana meningkatkan penggunaan AI dalam waktu dekat.

Riset tersebut juga menunjukkan 86% pelaku usaha menilai AI mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.

Berangkat dari temuan tersebut, SBGA dirancang untuk menjembatani tingginya minat terhadap AI dengan implementasi nyata di dunia usaha melalui pelatihan dan pendampingan.

Belajar Iklan AI hingga WhatsApp Business

Selama mengikuti program, peserta akan mempelajari berbagai solusi bisnis Meta yang telah dibekali AI, antara lain fitur iklan berbasis AI, Meta Business Agent, dan WhatsApp Business.

Pelatihan mencakup cara menjangkau pelanggan baru secara lebih efektif, membuat serta mengoptimalkan iklan menggunakan AI, mengotomatisasi interaksi dengan pelanggan, hingga menyusun strategi pemasaran lintas negara guna memperluas peluang ekspor.

Meta juga mengklaim solusi bisnis berbasis AI memberikan hasil yang terukur bagi pelaku usaha di Indonesia.

Berdasarkan data perusahaan, bisnis yang beriklan di platform Meta mencatat rata-rata Return on Ad Spend (ROAS) sebesar 3,10 kali. Sementara itu, bisnis yang menggunakan solusi AI seperti Advantage+ memperoleh peningkatan rata-rata ROAS sebesar 22%, sehingga dapat menjangkau pelanggan yang lebih tepat.

Kemendag Dorong Promosi Produk Lokal

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal S. Shofwan mengatakan penggunaan produk dalam negeri menunjukkan tren peningkatan.

Ia menyebut selama Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025, transaksi produk lokal mencapai 46% atau senilai Rp16,6 triliun dari total transaksi selama penyelenggaraan Harbolnas.

Oleh karena itu, menurut Iqbal, momentum tersebut perlu diperkuat melalui strategi promosi di media sosial.

Ia menyampaikan ekosistem Meta mampu meningkatkan awareness masyarakat terhadap produk lokal rata-rata sebesar 40%.

Kemendag juga mengapresiasi kolaborasi Meta, UKMIndonesia.id, dan Evermos dalam mempercepat transformasi digital UMKM melalui kemampuan pemasaran digital berbasis AI.

Menurut Iqbal, pemerintah berharap jaringan Perwakilan Perdagangan Indonesia di luar negeri, melalui Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), dapat membantu UMKM memperoleh akses menuju pasar global.

Dari Bogor hingga Tembus Pasar Ekspor

Meta turut menampilkan pengalaman Imago Raw Honey, UMKM asal Bogor yang berhasil memperluas pasar hingga ekspor setelah memanfaatkan berbagai solusi bisnis Meta.

Founder Imago Raw Honey Henry Hidayat mengatakan teknologi membantu perusahaannya berkembang dari melayani pelanggan lokal menjadi pemasok hotel berbintang lima sekaligus menjangkau pelanggan di berbagai negara.

Perusahaan tersebut memanfaatkan Reels untuk membangun cerita produk, iklan berbasis AI guna menjangkau target audiens, serta WhatsApp Business untuk mempercepat layanan pelanggan.

Meta berharap pengalaman tersebut dapat menjadi contoh bagi UMKM lain dalam memanfaatkan AI dan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi sekaligus membuka akses ke pasar internasional.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti