Indonesia Kebanjiran Proyek AI, Data Center 2.170 MW Diburu Empat Pemain Global
Indonesia mulai menjadi salah satu tujuan pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI di Asia Tenggara. Dalam beberapa bulan terakhir, empat pemain data center dan infrastruktur AI mengumumkan rencana pengembangan fasilitas di Indonesia dengan kapasitas yang jika dijumlahkan mencapai sekitar 2.170 megawatt (MW).
Keempat pemain tersebut adalah DayOne, Firmus Technologies, CoreWeave, dan Zankore by Indosat. Ini menunjukan perubahan dalam industri data center Indonesia tidak lagi hanya didorong kebutuhan komputasi awan dan layanan digital, tetapi juga kebutuhan high-performance computing untuk pengembangan dan operasional AI.
Berikut rincian pengembangan kapasitasnya:
- DayOne: 450 MW
- Firmus: 360 MW
- CoreWeave: 360 MW
- Zankore: 1.000 MW
DayOne: 450 MW di Batam
Pengembangan berskala besar pertama datang dari DayOne, perusahaan infrastruktur data center yang berbasis di Singapura.
Dalam pernyataan resminya DayOne pada April 2026 menandatangani perjanjian pembelian listrik dengan PLN Batam sebesar 511 MVA atau sekitar 450 MW untuk mendukung pengembangan kampus data center di Kabil Industrial Tech Park (KITP), Batam.
Media industri internasional Data Center Dynamics (DCD) juga menyebut perjanjian tersebut sebagai PPA data center terbesar di Indonesia hingga saat itu. Pasokan listrik direncanakan diberikan secara bertahap mulai 2026 hingga 2027.
DCD juga melaporkan bahwa kapasitas data center DayOne di Kabil diperkirakan berada pada skala yang sama dengan PPA tersebut, meski perusahaan belum mengungkap kapasitas fasilitas secara rinci. DayOne sendiri menyebut PPA sekitar 450 MW tersebut sebagai bagian dari ekspansi platform data center hyperscale di Batam.
DayOne menyatakan ekspansi tersebut memperkuat posisi Batam sebagai lokasi strategis data center karena kedekatannya dengan Singapura. Ini sekaligus tersedianya lahan dan infrastruktur listrik untuk pengembangan berskala besar.
Firmus: 360 MW dan 170.000 GPU
Lalu berikutnya adalah Firmus Technologies, perusahaan infrastruktur AI asal Australia. Pada Juni 2026, Firmus bersama NVIDIA mengumumkan rencana pembangunan NVIDIA DSX AI Factory berkapasitas 360 MW di Batam.
Fasilitas tersebut akan dilengkapi hingga 170.000 akselerator AI NVIDIA, yang akan digunakan untuk menyediakan layanan komputasi AI.
Data Center Dynamics melaporkan bahwa fasilitas Firmus tersebut akan dibangun di data center milik DayOne di Batam. Deployment GPU akan dilakukan secara bertahap pada 2027 dan 2028. Firmus juga memperkirakan memiliki komitmen offtake senilai US$ 25 miliar hingga US$ 30 miliar atau Rp 442,58 triliun hingga Rp 531,09 triliun (kurs Rp 17.703 per dolar AS) dalam enam tahun pertama.
Mengutip The Straits Times, Firmus dan DayOne akan mengembangkan kampus AI Factory 360 MW sebagai bagian dari kemitraan delapan tahun dengan NVIDIA.
CoreWeave: 360 MW, Debut di Asia-Pasifik
Pemain ketiga adalah CoreWeave, perusahaan AI cloud asal Amerika Serikat. Pada 4 Agustus 2026, CoreWeave mengumumkan ekspansi ke Indonesia dengan membangun tiga fasilitas pusat data dengan total 360 MW contracted IT power.
Menurut CoreWeave, ekspansi Indonesia merupakan kehadiran data center pertamanya di Asia-Pasifik. DCD mengungkapkan, ketiga fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 dan akan dimiliki serta dioperasikan CoreWeave untuk melayani perusahaan AI, startup, laboratorium, dan pelanggan korporasi di kawasan Asia Tenggara.
Reuters pada 4 Agustus 2026 juga melaporkan ekspansi tersebut dan menyebut masuknya CoreWeave ke Indonesia terjadi ketika perusahaan teknologi global berlomba mengamankan kapasitas komputasi dan perangkat keras. Hal ini untuk mengembangkan serta menjalankan sistem AI.
Masuknya CoreWeave dinilai penting karena perusahaan tersebut tidak sekadar menjadi operator data center. Model bisnisnya adalah menyediakan kapasitas komputasi AI melalui layanan cloud, sehingga pembangunan fasilitas fisik menjadi bagian langsung dari strategi bisnis AI.
Zankore: Target 1 GW
Pemain keempat adalah Zankore by Indosat, platform infrastruktur AI yang dikembangkan melalui kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. Zankore diluncurkan pada 6 Agustus 2026 dengan target membangun hingga 1 gigawatt (GW) atau 1.000 MW kapasitas NVIDIA DSX AI Factory.
Dalam pengumumannya, Zankore menyebut Indonesia sebagai titik awal pengembangan platform untuk melayani kebutuhan komputasi AI di Asia-Pasifik. Target 1 GW tersebut menjadikan Zankore sebagai proyek dengan kapasitas terbesar di antara empat pengumuman yang membentuk angka agregat 2.170 MW.
DSX menyatukan accelerated computing, jaringan, daya, pendinginan, dan operasional dalam satu sistem terpadu guna memaksimalkan output komputasi AI dari setiap megawatt yang tersedia.
Zankore menargetkan tersedianya sekitar 200 MW kapasitas AI yang ditenagai oleh NVIDIA GB300 NVL72 pada paruh pertama 2027. Platform ini juga mengintegrasikan NVIDIA DSX MaxLPS yang mengoptimalkan daya secara dinamis di seluruh lapisan GPU serta meningkatkan kapasitas komputasi dalam batas daya yang tersedia.
Dengan daya Listrik yang sama, MaxLPS ini dirancang untuk dapat memaksimalkan kapasitas komputasi hingga 40% lebih besar, sehingga mendorong kapasitas Zankore dalam melayani pengguna serta meningkatkan potensi pendapatan.