Protelindo Grup Djarum Garap SkyMast, Internet 5G Dari Langit Langsung ke HP

World Mobile Stratospheric
SkyMast
Penulis: Rahayu Subekti
9/9/2026, 17.24 WIB

PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang merupakan bagian dari Grup Djarum, memperluas bisnis infrastruktur telekomunikasi ke konektivitas stratosfer melalui World Mobile Stratospheric, perusahaan patungan dengan World Mobile Group. Salah satu teknologi yang dikembangkan World Mobile Stratospheric adalah SkyMast, platform konektivitas udara yang dirancang memancarkan 4G dan 5G langsung ke ponsel.

“Layanan 4G/5G dapat langsung terhubung ke ponsel standar apa pun di darat dalam hitungan jam setelah bencana, tanpa memerlukan menara seluler maupun lokasi jaringan tetap,” demikian tertulis di situs resmi World Mobile Group, dikutip Rabu (9/9).

Melalui kerja sama tersebut, Protelindo menjadi mitra tunggal yang memegang hak operasional dan komersialisasi teknologi SkyMast di seluruh Indonesia. Berbeda dengan satelit, SkyMast menggunakan platform pesawat yang beroperasi di stratosfer. Platform tersebut membawa antena phased-array yang dapat mengarahkan pancaran sinyal secara presisi ke wilayah tertentu.

Selain SkyMast, World Mobile Stratospheric mengembangkan platform stratosfer skala penuh dengan antena phased-array berukuran sekitar tiga meter. Antena ini dirancang mampu menyediakan cakupan hingga 15 ribu kilometer persegi dari satu platform dan menghubungkan perangkat seluler standar tanpa membutuhkan parabola atau perangkat penerima tambahan.

Platform stratosfer skala penuh tersebut menggunakan hidrogen sebagai sumber energi dan dirancang dapat bertahan di udara hingga sekitar delapan hari. Sementara itu, World Mobile Stratospheric menyebut SkyMast ditujukan untuk wilayah yang sulit dijangkau menara konvensional, termasuk daerah pedesaan, pulau terpencil, kawasan pertambangan, maritim hingga kebutuhan jaringan darurat.

Saat ini, teknologi tersebut masih dalam tahap pengembangan menuju komersialisasi. Menurut roadmap resmi World Mobile Stratospheric, teknologi 4G telah didemonstrasikan pada 2020, sedangkan teknologi 5G beam-forming dan phased-array divalidasi pada 2023.

Pada 2024, perusahaan menyebut telah mendemonstrasikan koneksi 5G langsung ke perangkat dengan kecepatan 90 Mbps dalam pengujian bersama BT dan Kementerian Pertahanan Inggris.

Selanjutnya pada 2026, antena phased-array mulai menjalani flight test menggunakan pesawat Britten-Norman Islander. World Mobile Stratospheric menargetkan deployment SkyMast pertama pada 2027, sedangkan uji terbang platform StratoMast skala penuh dijadwalkan mulai 2028 dan deployment komersial pertama pada 2028 atau 2029.

Alasan Protelindo Masuk Bisnis 'Menara Terbang'

Protelindo merupakan perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi independen terbesar di Indonesia yang fokus pada kepemilikan dan penyewaan menara atau tower telekomunikasi. Anak usaha dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) itu berdiri pada 2003 dan bisnis utamanya adalah menyewakan ruang pada menara telekomunikasi kepada operator seluler.

Mengutip situs resmi Protelindo, per Maret 2026, perusahaan menyatakan memiliki dan mengoperasikan sekitar 36.572 lokasi menara dan 60.734 penyewa, serta jaringan fiber optik sekitar 181.700 kilometer.

Keterlibatan Protelindo dalam SkyMast menjadi potensial karena teknologi ini menawarkan model infrastruktur berbeda. Jika menara konvensional dibangun di darat, teknologi konektivitas stratosfer membawa antena ke ketinggian tersebut, sehingga dapat memberikan cakupan luas ke wilayah yang pembangunan BTS-nya sulit atau kurang ekonomis.

World Mobile menyebut island deployments, rural networks, maritime, mining dan emergency networks sebagai sejumlah penggunaan yang dituju teknologi tersebut.

World Mobile Stratospheric merupakan nama dagang Combined Space Technology Ltd, perusahaan patungan World Mobile Group dan Protelindo. Entitas tersebut dibentuk untuk mengembangkan konektivitas dari stratosfer.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti