Relawan dan Masyarakat Kumpulkan 100 Ton Sampah di Teluk Palu
Pemerintah Kota Palu melibatkan relawan dan masyarakat untuk aksi bersih-bersih di Kawasan Teluk Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (30/1). Aksi ini berhasil mengumpulkan 100 ton sampah.
"Kami mengerahkan 37 unit armada kebersihan, semua bak armada penuh sampah," ujar Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Ibnu Mudzirdi, di kawasan konservasi mangrove Teluk Palu, Jumat (30/1), seperti dikutip Antara.
Ibnu mengatakan jumlah tonase sampah yang diangkut menjadi catatan penting bagi DLH Kota Palu dalam pengendalian sampah di ibu kota Sulawesi Tengah itu.
"Aksi (bersih-bersih) dilakukan sepanjang kawasan konservasi mangrove, sekitar 1,2 kilometer dan menghasilkan 100 ton sampah, angka ini sangat banyak," ujarnya.
Karena itu, ia berharap aksi semacam ini bisa dilakukan lebih massif, baik di tingkat pemerintah maupun masyarakat. Kegiatan ini melibatkan sekitar 3.500 orang, yang terdiri atas pekerja program padat karya, DLH, perangkat daerah, pegiat lingkungan, TNI dan Polri, lintas organisasi, mahasiswa, dan siswa.
Sampah yang ditemukan di kawasan Teluk Palu didominasi sampah plastik dan material kayu yang tersapu ombak hingga terdampar ke daratan. Sampah tersebut merupakan sampah kiriman yang terbawa arus dan ombak hingga masuk ke dalam teluk.
"Keberadaan sampah itu mengancam pertumbuhan tanaman mangrove dan biota laut lainnya di Teluk Palu," kata Ibnu. Ia mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk menjaga kelangsungan lingkungan hidup dari pencemaran sampah.
"Saya juga meminta warga Palu meningkatkan kesadaran tentang kebersihan," katanya.