KKP Catat Potensi Karbon Biru 10 Juta Ton CO2e per Tahun dari Mangrove dan Lamun
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, potensi penyerapan karbon dari mangrove dan lamun Indonesia mencapai 10 juta ton CO2e.
Jika dirinci, potensi karbon biru dari kawasan mangrove yang dikelola KKP mencapai 6,3 juta ton per tahun. Potensi penyerapan karbon itu diperoleh dengan memperhitungkan keberadaan mangrove seluas 997.733 hektare. Sementara itu, potensi penyerapan dari ekosistem lamun mencapai 3,7 juta ton CO2e per tahun dari area seluas 860.156 hektare.
Hal ini disampaikan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (14/4).
“Sehingga dengan keseluruhan antara luasan mangrove yang berada di kewenangan KKP serta lamun, totalnya sekitar 10 juta ton CO2 ekuivalen,” kata Trenggono, dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, pada Selasa (14/4).
KKP menargetkan proyek karbon biru akan memasuki pasar perdagangan karbon pada 2027 mendatang. Adapun pasar karbon nasional, dijadwalkan akan dibuka penuh pada akhir Juni 2026.
Untuk mempersiapkannya, KKP akan menyiapkan satu hingga dua proyek percontohan berbasis padang lamun dan mangrove.
Trenggono menyatakan, sebagai pembeda dengan proyek karbon darat sekaligus tanda legalitas lokasi proyek, aksi mitigasi perdagangan karbon biru wajib mengantongi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut.
KKP juga bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dalam penyelenggaran Sistem Registri Unit Karbon, sebagai bentuk pencatatan dan penjaminan kedaulatan data karbon biru Indonesia serta mencegah data ganda.
Ancaman Kehilangan Mangrove dan Lamun Indonesia
Potensi tersebut tidak terlepas dari bayang-bayang kerusakan ekosistem laut, termasuk mencakup mangrove dan ladang lamun.
Tak hanya mampu meredam ombak dengan tinggi hingga lima meter, mangrove diketahui memiliki daya serap karbon lima kali lebih banyak dari hutan darat. Akan tetapi, menurut data Greenpeace Indonesia, Indonesia kehilangan sekitar 52 ribu hektare mangrove setiap tahun.
Terdapat area mangrove seluas 3,36 juta hektare di Indonesia, di mana 20 persen di antaranya dalam kondisi rusak. Sementara potensi penyerap karbon alami lainnya, seperti terumbu karang dan ladang lamun, kondisinya tak jauh berbeda.
Dari 2,5 juta hektare terumbu karang, sebanyak 33,8 persen di antaranya dalam kondisi buruk. Ladang lamun seluas 293 hektare juga berada di tengah ancaman reklamasi dan sampah, hanya 15 persen ladang lamun yang tergolong sehat. Padahal, lamun memiliki daya serap karbon hingga 790 juta ton CO2.