9 Inovasi Iklim Jadi Finalis Climate Impact Innovations Challenge 2026

East Ventures
Sembilan finalis Climate Impact Innovation Challenge (CIIC) 2026 akan memperebutkan total hadiah Rp 15 miliar dari East Ventures dan Temasek.
Penulis: Reihan Cahya
31/8/2026, 19.12 WIB

Sebanyak sembilan inovasi terpilih sebagai finalis Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) 2026. Para finalis akan memperebutkan total hadiah Rp15 miliar untuk mengembangkan dan menguji coba solusi iklim di Indonesia.

CIIC 2026 merupakan kompetisi inovasi teknologi iklim yang digelar East Ventures bersama Temasek Foundation dan Tencent. Memasuki penyelenggaraan keempat, kompetisi tahun ini menarik lebih dari 850 pendaftar dari sekitar 60 negara.

Selain hadiah utama, para finalis berkesempatan memperoleh penghargaan berupa kredit karbon pra-pembelian senilai US$1 juta. Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu penerapan dan pengembangan solusi iklim yang mereka kembangkan.

Dari total pendaftar, kategori Ekonomi Sirkular menjadi penyumbang terbesar dengan 38,2%. Berikutnya, Solusi Pangan & Alam sebesar 34,3% dan Transisi Energi sebesar 27,5%. Indonesia menjadi negara dengan jumlah pendaftar terbanyak, disusul India, Singapura, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Sembilan finalis tersebut terbagi dalam tiga kategori, berikut merupakan daftar finalis beserta inovasi unggulannya: 
Trek Transisi Energi:
●    CRecTech (Singapura): Mengubah biogas kelapa sawit menjadi bio-metanol dengan biaya 50% lebih rendah, serta mengurangi emisi hingga 93%.
●    Phase Two Chemicals (Tiongkok): Mengurangi biaya pemutihan pulp dan kertas hingga 25% serta emisi hingga 80% melalui produksi hidrogen peroksida langsung di lokasi.
●    Sun Ice Energy (Singapura): Menghadirkan cold storage bertenaga surya yang mengurangi penggunaan diesel hingga 90%, sekaligus menyediakan pendinginan off-grid hingga 24 jam.


Trek Solusi Alam & Pangan:
●    Blueyou (Swiss): Melakukan restorasi mangrove di lahan terdegradasi yang dipadukan dengan produksi pangan biru tanpa pakan maupun bahan kimia, sekaligus meningkatkan pendapatan petani kecil hingga tiga kali lipat.
●    Pandawa Agri Indonesia (Indonesia): Menawarkan solusi pertanian terintegrasi yang mengurangi penggunaan pestisida hingga 50%, meningkatkan hasil panen hingga 15%, dan mengurangi emisi hingga 60%.
●    Yagasu (Indonesia): Meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir hingga 40% di hampir 40.000 hektar kawasan mangrove, sekaligus menghasilkan kredit karbon.


Trek Ekonomi Sirkular: 
●    Macrocycle Technologies (Amerika Serikat): Mengembangkan teknologi daur ulang poliester dari tekstil menjadi tekstil kembali dengan penggunaan energi 80% lebih rendah, emisi CO₂ 80% lebih rendah, dan penggunaan air 99% lebih rendah, dengan harga yang setara dengan produk konvensional.
●    Naysor (Korea Selatan): Mengubah limbah kelapa sawit menjadi bahan bakar yang lebih bersih dengan kandungan klorin 99% lebih rendah dan efisiensi energi tiga kali lebih tinggi.
●    Planet Carbon (Indonesia): Mengubah limbah pertanian menjadi biochar untuk carbon removal, meningkatkan hasil panen hingga 23%, mengurangi penggunaan pupuk, serta meningkatkan pendapatan petani kecil.

CIIC Jadi Wadah bagi Inovator

“Melalui CIIC, kami ingin menyediakan wadah bagi para inovator untuk mendapatkan eksposur yang lebih luas, terhubung dengan para pemangku kepentingan dalam ekosistem, serta mengembangkan solusi mereka lebih lanjut,” kata Avina Sugiarto, Partner, East Ventures.

Vice President of Sustainable Social Value Tencent Hao Xu mengatakan inovasi yang dibawa para finalis dapat mendukung perlindungan ekosistem sekaligus memperkuat mata pencaharian masyarakat lokal.

“Para finalis menunjukkan bagaimana inovasi dapat melindungi dan memulihkan ekosistem penting, sekaligus memperkuat mata pencaharian masyarakat lokal dan mendorong aksi iklim,” ujar Hao.

Para finalis selanjutnya akan mengikuti sesi mentoring dalam beberapa bulan ke depan. Materi pendampingan mencakup pengembangan kemitraan strategis, strategi masuk pasar dan komersialisasi, serta peningkatan kemampuan presentasi.

Babak final CIIC 2026 akan berlangsung pada 6 Oktober 2026 dalam rangkaian Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta.
CIIC diluncurkan pada 2023 oleh East Ventures dan Temasek Foundation. Kompetisi ini memasuki edisi keempat pada 2026 dengan fokus pada tiga bidang, yakni Transisi Energi, Solusi Pangan & Alam, serta Ekonomi Sirkular.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.