Perubahan iklim membebani ekonomi daerah melalui bencana hidrometeorologi yang mengalihkan anggaran pembangunan untuk penanganan darurat dan rehabilitasi.
El Nino diprediksi muncul pada 2026 dan menjadi peringatan dini serius terhadap ketahanan pangan nasional Indonesia, berdasarkan pemodelan iklim terbaru.
Warga Pari, Kepulauan Seribu mengajukan gugatan terhadap Holcim ke Pengadilan di Swiss karena terlalu sedikit mengurangi emisi karbon dan berkontribusi pada pemanasan global.
Ketiadaan komitmen kolektif yang kuat dari negara maju di COP30 justru berpotensi mengalihkan tekanan kepada negara-negara penghasil bahan bakar fosil, seperti Indonesia.
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyatakan Indonesia akan tetap mengacu pada Pakta Iklim Glasgow (Glasgow Climate Pact) 2021.
Menteri LH/BPLH Hanif Nurofiq menyoroti kurangnya upaya adaptasi Indonesia terhadap perubahan iklim yang memicu banjir di Sumatra dan meningkatkan ancaman siklon tropis.
Program Komunitas untuk Iklim, ProKlim, yang dijalankan sejak 2012, mendukung upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dengan libat aktif pemerintah daerah dan masyarakat, sejalan dengan COP30