21 Orangutan Alami Gejala Gangguan Pernapasan Akibat Karhutla di Kalteng

ANTARA FOTO/Umarul Faruq/hp.
Petugas menggendong bayi Orangutan Kalimantan subspecies wurmbii (Ponggo Pygmaeus Wurmbii) berada dalam kandangnya di kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim, Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (21/9/2023).
9/9/2026, 09.01 WIB

Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) melaporkan terdapat 21 orangutan yang mengalami gejala gangguan pernapasan, akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada kawasan konservasi di Mawas, Kalimantan Tengah. 

“Sekitar 49,5 hektare kawasan konservasi Mawas telah terdampak kebakaran, sementara 21 orangutan mengalami gejala gangguan pernapasan dan masih dalam perawatan tim medis,” demikian dikutip dari unggahan @bosfoundation, pada Rabu (9/9).

Sementara itu, wilayah kerja lainnya mencakup kawasan konservasi di Nyaru Menteng, Samboja Lestari, Kehje Sewen, Bukit Batikap, dan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya disebut masih aman dari ancaman karhutla secara langsung.

“Tim Tanggap Kebakaran Yayasan BOS tetap siaga, memantau titik panas, melakukan patroli di area berisiko tinggi, dan memastikan tim serta peralatan pemadam siap digunakan,” tulis Yayasan BOS.

Orangutan dan Satwa Korban Karhutla

Pada akhir Agustus lalu, satu individu orangutan jantan dewasa dinyatakan tewas, usai sebelumnya ditemukan terkulai lemas di tengah perkebunan kelapa sawit milik warga dekat area karhutla di Ketapang, Kalimantan Barat. 

Paparan asap karhutla diduga menjadi penyebab gangguan fungsi paru-paru dan kondisi kekurangan oksigen dalam tubuh, yang membuat orangutan bernama Sempurna ini akhirnya tewas.  Merujuk laporan Reuters, Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) telah terlibat dalam evakuasi tujuh orangutan, termasuk Sempurna.  

Tak sampai sepekan sebelum evakuasi Sempurna, Yiari bersama BKSDA Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung, juga masyarakat setempat, mengevakuasi satu orangutan betina dan dua anaknya dari perkebunan warga di Desa Tanjungpura, Ketapang.  

Ketiga orangutan ini lari ke perkebunan warga karena habitatnya kebakaran. Setelah dibius, diamankan, dan dicek kesehatannya, ketiganya dipindahkan ke Taman Nasional Gunung Palung.   

Evakuasi lainnya juga terjadi pada Rabu (2/9) malam. BKSDA Kalimantan Tengah mengevakuasi induk dan anak orangutan yang mencoba bertahan di atas pohon, di tengah api yang membakar habitatnya. 

Setelah diamankan, kedua individu orangutan menjalani pemeriksaan oleh dokter hewan Orangutan Foundation International.  Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, induk orangutan yang diberi nama Raya dan anaknya yang diberi nama Rayu itu, akan dilepaskan apabila berada dalam kondisi sehat. 

Banyak satwa terdokumentasi menjadi korban karhutla. Tim pemadam kebakaran Manggala Agni di Ketapang melaporkan bahwa satwa yang paling banyak ditemukan mati terpanggang yaitu ular. Tim juga beberapa kali menemukan trenggiling dalam keadaan terluka maupun terpanggang api karhutla.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas