Daftar Wilayah Berpolusi Udara Terburuk Pagi Ini, Kota Palangka Raya Teratas
Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan belum kunjung membaik, di tengah kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan tersebut. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kualitas udara Kota Palangka Raya kembali jadi yang terparah pagi ini, Senin (26/10), dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tembus 4.089.
Menurut KLH, kondisi tersebut dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan membutuhkan penanganan cepat. Oleh karenanya, setiap orang dianjurkan untuk menghindari aktivitas luar ruangan.
"Kelompok sensitif tetap berada di dalam ruangan dan hanya melakukan sedikit aktivitas. Setiap orang menghindari semua aktivitas di luar ruangan," demikian keterangan KLH, dikutip pada Senin (26/10).
Tidak hanya di Palangka Raya, kualitas udara serupa dijumpai di wilayah lainnya. Berikut daftarnya:
- Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 4.089 dengan polutan utama PM10
- Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, nilai ISPU 2.570 dengan polutan utama PM10
- Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 1.890 dengan polutan utama PM10
- Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 1.322 dengan polutan utama PM2,5
- Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 1.253 dengan polutan utama PM10
Asap karhutla mengandung berbagai zat berbahaya, seperti partikel halus PM2,5 dan PM10, karbon monoksida (CO), karbon dioksida, serta senyawa lain hasil pembakaran tidak sempurna. Partikel halus memiliki ukuran sangat kecil hingga berpotensi masuk ke saluran pernapasan, menyebabkan iritasi, peradangan, atau gangguan fungsi pernapasan.
Sebagai informasi, nilai ISPU tergolong "baik" berada dalam rentang 0-50. Artinya, tidak memberi efek negatif bagi kesehatan dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan di luar ruangan.
Nilai ISPU "sedang" berada pada rentang 51-100, menjadi tanda agar kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit jantung dan paru untuk berhati-hati beraktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, nilai ISPU untuk level "tidak sehat" berada dalam rentang 101-200. Di tingkat ini, semua orang diminta waspada dan mengurangi aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan. Nilai ISPU akan mencapai level "sangat tidak sehat" pada rentang 201-300. Di taraf ini, semua orang diminta untuk menghindari aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan.
Kualitas udara menjadi tergolong berbahaya ketika nilai ISPU-nya lebih dari 300. Pada level ini, semua orang diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Tingkat kualitas udara berbahaya dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius dan membutuhkan penanganan yang cepat.
Urai Asap dengan Manfaatkan Dry Ice
Untuk mengurai asap kebakaran hutan dan lahan, pemerintah tengah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan bahan dry ice atau es kering. Teknik ini menargetkan lapisan inversi atmosfer yang menahan asap di dekat permukaan. Cara ini dapat dilakukan terutama ketika awan potensial untuk penyemaian hujan terbatas.
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengatakan, lapisan inversi seperti penutup yang menghambat pergerakan udara secara vertikal. Sementara, proses sublimasi dry ice dapat memicu pendinginan dan penurunan suhu secara mendadak, sehingga membuka kembali aliran konveksi.
Dengan demikian, asap bisa bergerak naik dan terurai ke atmosfer. Harapannya, hasil operasi tersebut juga bisa mendukung upaya penanggulangan karhutla dari jalur udara, seperti patroli dan pemadaman api.
Operasi ini salah satunya dilakukan bersama TNI, untuk menyediakan dukungan sarana prasarana. Dalam unggahan Instagram Pusat Penerangan TNI, sebanyak 4,6 ton dry ice dikirim ke Banjarmasin (Kalimantan Selatan) dan Palembang (Sumatra Selatan), pada Minggu (25/10).
"Pesawat Hercules A-1339 mendistribusikan 2.338 kilogram dry ice melalui dua sortie ke Banjarmasin. Sementara itu, pesawat Hercules A-1344 mengangkut 1.123 kilogram dry ice ke Banjarmasin dan 1.162 kilogram ke Palembang," kata Pusat Penerangan TNI.