Hanoi, Delhi dan Batam Masuk 5 Besar Kota Paling Berpolusi Pagi Ini
Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara di situs IQAir, Batam menduduki peringkat empat sebagai kota paling berpolusi di dunia pagi ini, Kamis (28/8). Poin AQI kota ini mencapai 153 dan tergolong dalam kualitas udara tidak sehat.
Berikut daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pagi ini, berdasarkan pantauan pukul 07.00 WIB:
- Hanoi, Vietnam, dengan poin AQI 165 atau dalam kategori tidak sehat
- Delhi, India, dengan poin AQI 158 atau dalam kategori tidak sehat
- Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan poin AQI 157 atau dalam kategori tidak sehat
- Batam, Indonesia, dengan poin AQI 153 atau dalam kategori tidak sehat
- Manama, Bahrain, dengan poin AQI 152 atau dalam kategori tidak sehat
Meskipun tidak masuk dalam daftar di atas, beberapa kota lain di Indonesia juga memiliki kualitas udara cukup rendah. Berikut daftar singkatnya:
- Tangerang, dengan poin AQI 155 atau dalam kategori tidak sehat
- Medan, dengan poin AQI 102 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
- Bandung, dengan poin AQI 84 atau dalam kategori sedang
- Tangerang Selatan, dengan poin AQI 77 atau dalam kategori sedang
- Surabaya, dengan poin AQI 77 atau dalam kategori sedang
Sementara itu, kualitas udara terbaik di Indonesia berada di Badung, Bali, dengan poin AQI 47. Dengan poin tersebut, Badung memiliki kualitas udara tergolong baik. Di lingkup global, kualitas udara terbaik berada di Melbourne, Australia, dengan poin AQI 9.
Indeks AQI merupakan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara, dengan rincian sebagai berikut:
- Kategori baik memiliki rentang PM 2,5 0-50
- Kategori sedang memiliki rentang PM2,5 51-100
- Kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang PM 2,5 101-150
- Kategori tidak sehat dengan rentang PM 2,5 di angka 151-200
- Kategori sangat tidak sehat 200-299
- Kategori berbahaya pada rentang PM 2,5 300-500
Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.