Perusahaan Arsjad Rasjid Investasi Rp 335 M di Proyek PLTS SESNA
Perusahaan modal ventura yang berfokus pada Asia Tenggara, Sriwijaya Capital, telah menginvestasikan hingga US$ 20 juta (Rp 335 miliar, kurs Rp 16.740/US$) ke PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA). Investasi ini menandai masuknya Sriwijaya Capital ke sektor energi terbarukan Indonesia melalui proyek-proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik SESNA.
Pendiri dan Chairman Sriwijaya Capital, Arsjad Rasjid, mengatakan investasi ini mencerminkan kepercayaan perusahaan terhadap momentum transisi energi Indonesia dan rekam jejak eksekusi SESNA.
“SESNA adalah salah satu pemain energi terbarukan utama di Indonesia dengan kemampuan eksekusi yang terbukti selaras dengan keyakinan kami pada peluang dekarbonisasi Asia Tenggara,” kata Arsjad dalam keterangan resmi, Selasa (27/1), seperti dikutip Ecobiz.Asia.
Direktur Utama Sriwijaya Capital, Hartanto Tjitra, mengatakan perusahaannya memandang SESNA sebagai platform energi terbarukan yang terukur dengan fundamental komersial yang kuat.
“SESNA telah menunjukkan kemampuan dan disiplin yang luar biasa dalam melaksanakan proyek-proyek energi terbarukan. Kami berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan tim manajemen untuk memperluas operasi dan membuka nilai jangka panjang,” kata Hartanto.
Tingkatkan Kapasitas Proyek PLTS SESNA
Direktur Utama SESNA, Rico Syah Alam, mengatakan kemitraan ini akan memperkuat kapasitas perusahaan dalam menghadirkan proyek-proyek tenaga surya berskala besar di seluruh Indonesia.
“Modal strategis dan jaringan institusional Sriwijaya Capital akan mempercepat kemampuan kami untuk meningkatkan solusi energi terbarukan, sementara kami tetap fokus pada fundamental yang kuat dan eksekusi yang terukur,” kata Rico.
SESNA mengembangkan sistem fotovoltaik (PV) surya yang dipasang di darat dan di atap, termasuk proyek yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi baterai (BESS). Perusahaan ini memiliki lebih dari 30 megawatt-peak (MWp) kapasitas tenaga surya operasional dan lebih dari 450 MWp dalam jalur pengembangan proyeknya.
Investasi ini akan mendukung pengembangan proyek tenaga surya sebesar 262 MWp yang terintegrasi dengan BESS (Battery Energy Storage System) 80 megawatt-hour (MWh) di Sulawesi Tengah. Proyek ini sejalan dengan target Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060.