Kemenhut Kantongi Nama-Nama Terduga yang Modali Aksi Massa di TN Tesso Nilo

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/tom.
Petugas yang merawat gajah (mahout) menggiring gajah sumatera (Elaphast maximus sumatranus) jinak dan bayinya usai dilakukan pemeriksaan di Camp Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Jumat (1/9/2023). Induk gajah bernama Lisa yang berumur 41 tahun tersebut melahirkan seekor bayi gajah berjenis kelamin betina dengan berat 139 kg pada 31 Agustus 2023.
29/11/2025, 14.03 WIB

Ditjen Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan menyebut telah mengantongi nama-nama pemilik kebun sawit ilegal di dalam kawasan Taman Nasional (TN) Tesso Nilo yang diduga memodali aksi pengunjuk rasa pada awal pekan ini. Massa yang melakukan unjuk rasa pada Senin (24/11) merusak sejumlah properti TN Tesso Nillo. 

“Kan harus bertahap, artinya kami akan panggil, karena datanya di Satgas PKH belum menyerahkan (lahan sawit ilegal),” kata Dirjen Gakkum Kehutanan Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, saat ditemui di Jakarta, Jumat (28/11).

Jika para pemilik lahan ilegal tersebut tidak mau menyerahkan lahannya, menurut dia, proses hukum akan ditempuh. Apalagi, jika kelompok tersebut justru memprovokasi masyarakat agar enggan direlokasi dari area konservasi Taman Nasional Tesso Nilo. 

 “Kalau malah menggerakan, ya nanti kami pakai konsep multi-door,” tambahnya. 

Sejumlah properti di Taman Nasional Tesso Nilo sebelumnya dirusak masyarakat pengunjuk rasa pada Senin (24/11). Fasilitas negara seperti gapura, pos penjagaan, dan plang informasi di lokasi tersebut porak poranda.

Menurut Dwi, para cukong pemilik lahan sawit besar adalah pihak dibalik aksi masyarakat beberapa waktu ke belakang. 

Saat ini, Taman Nasional Tesso Nilo telah dijaga ketat oleh Kementerian Kehutanan, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), personel TNI, dan beberapa instansi terkait. Meski begitu, Kementerian Kehutanan memastikan pihaknya menggunakan upaya humanis untuk merelokasi masyarakat dan mengembalikan fungsi hutan di area tersebut. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas