Radiasi Alam Mamuju Hampir 9 Kali Global, Arsitektur Lokal Bantu Redam Paparan

ANTARA FOTO/Akbar Tado/nym.
Foto udara sejumlah perahu sandeq beradu cepat dalam Sandeq Silumba (lomba balap perahu layar) di Pantai Anjungan Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (26/8/2025).
2/3/2026, 11.55 WIB

 

Di sejumlah titik di Mamuju, Sulawesi Barat, angka radiasi alam tercatat jauh di atas rata-rata global. Dalam laporan Komite Kaji Efek Radiasi PBB (UNSCEAR) 2024 yang dirilis tengah Februari lalu, wilayah tertentu di Mamuju dikategorikan sebagai High Natural Background Radiation Areas (HNBRA) alias daerah dengan radiasi latar belakang alami tinggi.

Estimasi dosis efektif tahunan dari radiasi alam di wilayah HNBRA tersebut mencapai sekitar 27 milisievert (mSv) per tahun. Sebagai perbandingan, rata-rata paparan radiasi alam global berada di kisaran 3 mSv per tahun.

“Jika dibandingkan, paparan yang diterima penduduk di wilayah tersebut hampir sembilan kali lebih besar dari rata-rata dunia,” kata Representative Indonesia untuk UNSCEAR sekaligus Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Keselamatan, Metrologi, dan Mutu Nuklir (PRTKMMN) BRIN, Nur Rahmah Hidayati, melalui keterangan tertulis, Minggu (1/3).

Dari Uranium dan Thorium

Tingginya paparan ini bukan karena aktivitas industri nuklir, melainkan faktor geologi alami. Tanah di sejumlah lokasi Mamuju mengandung uranium-238 dan thorium-232 dalam kadar sangat tinggi. Unsur-unsur ini secara alami meluruh dan menghasilkan radon, gas radioaktif yang memancarkan radiasi pengion.

Di beberapa titik, konsentrasi uranium dan thorium dilaporkan mencapai ratusan hingga lebih dari 1.000 becquerel per kilogram (Bq/kg). Angka ini jauh di atas rata-rata global, yakni sekitar 33 Bq/kg untuk uranium-238 dan 45 Bq/kg untuk thorium-232.

Sementara itu, konsentrasi radon luar ruangan di Mamuju tercatat berkisar antara 22 hingga 760 Bq/m&³3;, dengan rata-rata sekitar 290 Bq/m&³3;. “Angka tersebut tergolong tinggi dan berkontribusi signifikan terhadap dosis radiasi yang diterima masyarakat setempat,” kata Nur Rahmah.

Struktur Rumah Bantu Radon Tak “Terperangkap” Berlebihan

Meski konsentrasi radon luar ruangan relatif tinggi, karakter bangunan tradisional dan ventilasi alami di Mamuju disebut membantu mencegah akumulasi radon berlebihan di dalam rumah.

Struktur rumah panggung dan sirkulasi udara yang terbuka memungkinkan gas radon tidak terjebak lama di ruang tertutup. Artinya, arsitektur lokal ikut memengaruhi besaran paparan aktual yang diterima individu. 

Keberadaan wilayah dengan radiasi alam tinggi seperti Mamuju dinilai penting secara ilmiah. “Karena dapat menjadi lokasi penelitian untuk memahami dampak paparan radiasi rendah secara jangka panjang terhadap kesehatan manusia,” kata Nur Rahmah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.