WWF Ajak Anak Muda Selamatkan Bumi, Gamers Sampaikan Komitmen
Organisasi non-pemerintah di bidang konservasi WWF Indonesia menggaet para gamers untuk menggaungkan tren ramah lingkungan di kalangan anak muda. Ini bagian dari kampanye Beyond The Hour untuk menyelamatkan bumi.
Beyond the Hour adalah kampanye lanjutan dari gerakan global Earth Hour yang digagas WWF. Bila Earth Hour identik dengan aksi mematikan lampu selama satu jam setiap tahun, Beyond the Hour mengajak masyarakat untuk melanjutkan komitmen tersebut dengan tindakan nyata sepanjang tahun.
WWF Indonesia berharap anak muda bisa lebih sadar lingkungan dalam berbagai aktivitas termasuk bermain game. Menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada Agustus 2025, rata-rata orang Indonesia bermain online game 1-2 jam per hari. Jika dikonversikan, emisi karbon yang dihasilkan sekitar 70-150 gram CO2e per jam.
Dalam Talk Show 'Mindful Gaming' di Jakarta beberapa waktu lalu, para gamers menyuarakan tekadnya untuk mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Gamer bernama Ronny alias Chibeg menyampaikan akan memulai dengan kebiasaan-kebiasaan kecil.
Dia bercerita bahwa dulu tidak peduli dengan isu ini dan sering membiarkan charger tetap terpasang atau lupa mematikan lampu. Namun kini dia sadar, kebiasaan kecilnya itu berpengaruh terhadap bumi.
“Karena itu, saya ingin mulai berubah dan belajar lebih banyak tentang lingkungan,” kata Ronny, dalam talk show ‘Mindful Gaming’ di Jakarta, Minggu (17/5).
Di acara yang sama, seorang streamer Muhammad Hendriansyah atau Hitman mengungkapkan tekadnya untuk menyalakan pendingin ruangan (AC) dalam suhu ideal dan mencabut pengisi daya dari stopkontak bila selesai digunakan.
Kemudian ada juga komitmen dari Riddo alias Curly untuk beralih ke peralatan listrik yang hemat energi. “Satu jam untuk bumi perlu ditanamkan mulai dari individu masing-masing, mulai dari hal kecil dulu yang bisa kita lakukan,” ujarnya.