Bupati Pelalawan Minta Arara Abadi Perluas Sekat Kanal Cegah Karhutla
Bupati Pelalawan Zukri Misran meminta pemegang konsesi besar Hutan Tanaman Industri di Provinsi Riau, PT Arara Abadi, serius turut serta dalam memitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut. Pemerintah tengah mewaspadai peningkatan risiko kebakaran eiring cuaca kering musim kemarau.
Berdiri tahun 1974, PT Arara Abadi merupakan perusahaan terafiliasi Asia Pulp & Paper Group, bagian dari Grup Sinar Mas. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup tahun 2021, perusahaan memegang konsesi seluas 296.376,94 hektare di delapan kabupaten/kota di Riau, termasuk di Kabupaten Pelalawan.
Perusahaan meresmikan sekat kanal gambut di Dusun I, Desa Pulau Muda, Kabupaten Pelalawan pada Kamis (18/6). Acara tersebut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat.
“PT Arara Abadi, saya harapkan perusahaan jangan cuma ada Menteri saja peresmiannya. Saya harap seluruh kanal-kanal masyarakat bisa dibersihkan dan dibuat canal blocking,” kata Bupati Zukri saat peresmian.
Kanal-kanal di lahan gambut umumnya dibangun untuk mengeringkan lahan agar dapat ditanami hutan tanaman industri maupun perkebunan, sekaligus memudahkan transportasi. Namun, drainase tersebut dapat menurunkan muka air gambut sehingga lahan menjadi lebih kering dan rentan terbakar. Karena itu, pemerintah dan perusahaan membangun canal blocking berupa sekat atau bendung kecil di kanal untuk menahan aliran air dan menjaga kelembapan gambut.
Kepala Desa Pulau Muda Andika mengatakan, saat ini ada 27 parit di desa tersebut yang sudah mulai dangkal dan mengering. “Titik api yang sering terbakar itu bukan di sini, itu wilayahnya ada di Dusun II, Dusun III, dan Dusun IV,” ujarnya. Dia pun meminta pembangunan kanal-kanal di area gambut ini bukan hanya seremoni.
Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu wilayah rawan kebakaran gambut. Pada Maret lalu, terjadi kebakaran di area buffer kurang lebih 5 km dari area kerja PT Arara Abadi. Area tersebut milik masyarakat, berupa lahan gambut dengan tutupan semak belukar dan sawit. Kebakaran kemudian merambat hingga ke konsesi perusahaan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Asia Pulp & Paper Group Suhendra Wiriadinata mengatakan, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kepolisian, perusahaan, dan masyarakat adalah kunci penanggulangan kebakaran lahan.
“Kami berkomitmen, apa yang menjadi kebutuhan supaya kita bisa berkolaborasi dengan baik, baik itu sekat kanal atau alat-alat, juga kebutuhan masyarakat sekitar, kami akan perintahkan manager distrik untuk segera berdiskusi bersama,” ujar Suhendra.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat lalu menambahkan, Kementeriannya tidak akan menghambat pembangunan, namun kepentingan lingkungan harus tetap dijalankan.
“Kami berada di tengah-tengah dan itu-lah tugas pemerintah, pembangunan jalan, penyerapan tenaga kerja jalan, tetapi pelestarian lingkungan jalan terus,” ucap Jumhur.