BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Waspadai Siklon Tropis November
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia seiring datangnya musim hujan. Risiko bencana hidrometeorologi dapat meningkat ketika hujan lebat bertepatan dengan periode aktif siklon tropis.
Peringatan ini disampaikan usai hujan lebat memicu banjir di Solok, Sumatra Barat. Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan, berdasarkan dinamika cuaca harian, Sumatra Barat dan beberapa lokasi lainnya berpotensi mengalami cuaca ekstrem sepekan ke depan.
“Ada beberapa wilayah yang perlu diwaspadai sepekan ke depan, terutama di sebagian Sumatra. Juga di wilayah sebagian Kalimantan dan juga tentu di wilayah Sulawesi dan Papua,” kata Andri, dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (22/9).
Dengan demikian, Indonesia dihadapkan dua kondisi: sebagian kering karena masih musim kemarau dan kekeringan, sedangkan sebagian lainnya mengalami hujan lebat dan banjir.
Andri mengatakan risiko yang lebih besar perlu diwaspadai ketika musim hujan bertepatan dengan periode aktif siklon tropis. Di belahan bumi utara Indonesia, siklon tropis biasanya aktif pada Mei hingga November. Sedangkan di belahan bumi selatan, siklon tropis biasanya berlangsung pada November hingga April.
Berdasarkan prediksi BMKG, awal musim hujan di Indonesia berlangsung pada November hingga Desember dan mencapai puncaknya pada Desember 2026 hingga Februari 2027.
“Yang perlu diwaspadai ketika berbarengan di utara masih aktif siklon di November, lalu di selatan mulai aktif bibit siklon. Bahkan, siklon tropis juga berbarengan dengan beberapa fenomena atmosfer yang aktif pada musim hujan,” ujarnya.
Namun Andri menegaskan, kemungkinan tersebut masih dilihat dari perspektif klimatologi atau pola cuaca dalam jangka waktu relatif panjang. BMKG tetap melakukan pemantauan harian untuk mendeteksi pemicu hujan secara real time.
Banjir di Wilayah Solok
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok menyatakan banjir bandang menerjang sejumlah kawasan di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin (21/9) malam.
Melansir Antara, empat orang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut. Selain itu, sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa terpaksa mengungsi.
Menurut catatan BPBD, sebanyak 11 kantor pemerintahan turut terdampak banjir. Salah satunya kompleks Kantor Bupati Solok di Bandar Baliang, Kecamatan Gunung Talang.
Kabupaten Solok sebelumnya juga menjadi salah satu daerah yang terdampak banjir dan tanah longsor setelah Siklon Senyar menerjang sejumlah wilayah Sumatra pada November 2025.