Bentengi Hutan: Warga Tebar Benih di Area Bekas Kebakaran Riau hingga Kaltim
Gerakan-gerakan warga mulai bermunculan di berbagai daerah untuk membentengi hutan dan lahan bekas terbakar. Warga di Riau dan Kalimantan Timur menebar benih dan menanam pohon di area bekas terbakar untuk mencegahnya menjadi perkebunan monokultur.
Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Sumatra Utara, Onrizal, mengatakan bahwa gerakan warga itu harus didukung, mengingat adanya indikasi lokasi bekas kebakaran beralih menjadi perkebunan monokultur seperti perkebunan kelapa sawit.
Tapi, untuk area gambut, lahan bekas terbakar perlu lebih dulu dibasahi dengan cara menutup kanal-kanal yang terbuka. “Supaya gambutnya basah lagi, airnya tidak keluar. Setelah itu baru kemudian kita lakukan revegetasi dengan jenis-jenis (pohon) asli,” kata Onrizal kepada Katadata, pada Rabu (21/10).
Menurut dia, penutupan kanal ini bukan perkara yang mudah dan murah. Sebelumnya, operasi penutupan kanal gambut dilakukan oleh lembaga negara seperti Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Kini, Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang baru dibentuk pemerintah berencana melanjutkan operasi itu.
Selagi kondisi lahan gambut masih kering, masih ada potensi besar lahan gambut terbakar. “Ketika kanal belum ditutup, tanahnya tidak basah, itu kan berbeda dengan kondisi gambut asli. Jadi punya tekanan untuk pohon tumbuh di situ. Biasanya, dia akan mudah kering atau mudah terbakar,” ujarnya.
Dia menambahkan, kondisi lahan gambut berbeda-beda di setiap wilayah. Karena itu, jenis pohon atau tanaman yang bisa dikembangkan juga bisa jadi berbeda. Untuk menentukan jenis-jenis pohon yang cocok, perlu dicek jenis yang tumbuh di sekitar area hutan rawa gambut. “Itu yang diprioritaskan untuk ditanam di area terbuka,” ucap dia.
Mengingat pentingnya ekosistem gambut dan pemulihannya yang tidak mudah dan murah, dia menegaskan, pemeliharaan lahan gambut harus terus diutamakan pemerintah bersama masyarakat.
Aksi Tanam Pohon di Riau dan Kaltim
Aksi tanam pohon bermunculan di berbagai daerah. Di Riau, Pemerintah Kabupaten Siak bersama sejumlah lembaga dan masyarakat melakukan penanaman pohon di lahan bekas kebakaran hutan dan lahan, sebagai langkah penghijauan dan mencegah alih fungsi lahan.
Bupati Siak Afni Z mengatakan, lahan bekas terbakar itu mencapai 4,5 hektare. Berbagai jenis pohon di tanam di area tersebut, termasuk pulai dan petai.
“Biasanya setelah Karhutla, lahan yang sudah terbakar berubah menjadi kebun sawit. Jadi karena ini kawasan BUMD, kami langsung melakukan penanaman bersama,” ujar Afni, dikutip dari keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Siak.
Selain itu, banyak video beredar di media sosial, memotret upaya kolektif warga Kalimantan Timur menebarkan benih pohon di area bekas terbakar. Cara ini juga dilakukan untuk mencapai tujuan serupa: memulihkan lingkungan dan mencegah alih fungsi lahan.