IHSG Diramal Turun Lagi Efek Virus Corona, Saham BUMN Direkomendasikan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi turun pada perdagangan hari ini (3/3), meneruskan tren koreksi yang terjadi kemarin 1,68% ke level 5.361. Penyebabnya, pasar masih mengkhawatirkan penyebaran virus corona.
"Kecemasan terkait virus corona masih membayangi, baik dari global dan domestik," kata Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan dalam riset tertulisnya dikutip Selasa (3/3).
Ia memperkirakan, IHSG akan bergerak turun secara teknikal dengan rentang support 5.314-5.266. Meski begitu, indeks berpeluang bergerak ke area resistance antara 5.538 hingga 5.450.
"Terlihat tren bearish (pelemahan) masih cukup kuat dan belum ada sentimen positif yang mampu menopang IHSG," katanya. Ada beberapa saham yang ia rekomendasikan, yakni XL Axiata (EXCL), Indo Tambangraya Megah (ITMG), dan Ciputra Development (CTRA).
(Baca: Dana Asing Kabur dari Bursa Rp 5 Triliun, Saham Bank Besar Jadi Korban)
Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama juga menilai IHSG hari ini bergerak menurun berdasarkan analisis teknikal. "Mengindikasikan adanya potensi melanjutkan pelemahan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke support terdekat," katanya.
IHSG berpotensi bergerak ke area support 5.288 hingga 5.228. Namun, indeks juga berpeluang berada di area resistance 5.526 hingga 5.623.
Nafan merekomendasikan sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor yakni Adaro Energy (ADRO), Bumi Serpong Damai (BSDE), Summarecon Agung (SMRA), dan Unilever Indonesia (UNVR). Saham Badan Usaha Milik negara (BUMN) seperti Pembangunan Perumahan (PTPP) dan Waskita Karya (WSKT) juga menarik.
(Baca: BEI Pastikan Gejolak di Pasar Saham Tidak Ganggu Rencana IPO Emiten)
Hal senada disampaikan Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi. Menurutnya, investor masih akan mencermati perkembangan wabah virus corona di luar negeri dan Indonesia.
Ia memperkirakan, IHSG hari ini masih akan mencoba bergerak menguat dengan rentang support dan resistance antara level 5.350 hingga 5.535. "Kami perkiranan IHSG bergerak tertahan kembali, mencoba untuk menguat," katanya.
Ada beberapa saham yang menurutnya menarik untuk diperhatikan. Di antaranya Adhi Karya (ADHI), Aneka Tambang (ANTM), Astra International (ASII), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI).
Selain itu, ia juga merekomendasikan saham Buyung Poetra Sembada (HOKI), Vale Indonesia (INCO), Kalbe Farma (KLBF), dan Perusahaan Gas Negara (PGAS). (Baca: Tahan Koreksi IHSG Lebih Dalam, BEI Setop Transaksi Short Selling)