Terseret Hoax, Harga Saham Sari Roti Melorot Tipis

Arief Kamaludin|KATADATA
Penulis: Pingit Aria
7/12/2016, 14.25 WIB

Saham pemilik merek dagang Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) melorot seiring dengan ramainya pemberitaan palsu (hoax) soal dukungannya terhadap aksi damai 2 Desember 2016. Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga jeda siang pada Rabu (7/12/2016), saham ROTI turun 10 poin (0,66 persen) ke Rp 1.510 per unit.

Hari ini, saham ROTI sempat menyentuh level terendahnya yakni Rp 1.500 dan tertinggi pada Rp 1.525. Saham ROTI ditransaksikan sebanyak 64 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 314 saham senilai Rp 47,4 juta.

Sebelumnya, pembahasan soal Sari Roti menjadi viral di media sosial karena kaitannya dengan aksi damai 212 pada 2 Desember 2016 lalu. Saat itu, beredar foto sejumlah pedagang Sari Roti dengan gerobak tertempel tulisan “Gratis untuk Mujahid”. Masyarakat pun sempat mengira perusahaan menjadi sponsor aksi dengan menggratiskan produknya. (Baca juga:  Aksi 212 Berjalan Damai, Bursa Saham Ditutup Menguat)

Anggapan itu segera dibantah produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. “Dengan ini kami sampaikan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo Tbk tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada di luar kebijakan dan tanpa seizin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk,” jelas pihak Sari Roti dalam keterangan resminya.

Perusahaan menjelaskan bahwa pada saat kejadian, produk Sari Roti diborong oleh seorang konsumen melalui salah satu agen mereka di Jakarta. Orang itu lah yang kemudian membagi-bagikan roti gratis untuk peserta aksi. ”Pihak Pembeli meminta agar produk tersebut dapat diantarkan ke area pintu masuk Monas dan dipasangkan tulisan “gratis” tanpa pengetahuan dan perijinan dari pihak PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.” (Baca juga: Dana Repatriasi Kerek Surplus Neraca Pembayaran 14 Kali Lipat)

Sayangnya, gaya komunikasi perusahaan ini justru mendapat respon negatif dari pengguna internet. Tanda pagar #boikotsariroti pun sempat menjadi trending topic Twitter di Jakarta.

Di luar kontroversi yang menimpanya, Sari Roti merupakan brand roti dengan kinerja cukup cemerlang. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk merupakan perusahaan roti pertama yang melantai di bursa pada 28 Juni 2010. Saat itu, harga saham perdana yang ditawarkan masih Rp 1.275 per unit. Kini, harga saham mereka sudah di kisaran Rp 1.500 per unitnya.

Pada 2011, Sari Roti meraup penjualan Rp 813,3 miliar, dengan torehan laba Rp 115,93 miliar. Tahun lalu, penjualan Sari Roti menembus Rp 2,17 triliun dengan laba Rp 270,5 miliar. Tahun ini pun mereka mencatatkan kinerja yang positif, dalam sembilan bulan Sari Roti sudah meraup keuntungan Rp 203,9 miliar. (Baca juga:  Evergreen Tunda Jual Saham Baru untuk Selamatkan Bumiputera)

Reporter: Pingit Aria