Debut Perdana, Saham Hetzer Medical Indonesia Mentok Batas Atas
Perusahaan yang bergerak di bisnis peralatan kesehatan, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk mencatatkan saham untuk pertama kalinya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (10/8).
Pada perdagangan pukul 09.15 WIB, harga saham ini melonjak 34,40% ke level Rp 168 dari level harga penawaran umum, yakni Rp 125. Harga sahamnya bertahan kuat di awal perdagangan di BEI. Dengan demikian, saham perusahaan bersandi MEDS ini sedikit lagi menyentuh batas auto reject atas (ARA) karena naik 35% dalam sehari untuk perusahaan yang menawarkan harga penawaran umum Rp 50 sampai Rp 200 per saham.
Berdasarkan data RTI, volume saham yang diperdagangkan tercatat 43,42 juta dengan nilai transaksinya Rp 7,29 miliar. Sementara itu, frekuensi perdagangannya tercatat sebanyak 2.982 kali.
"Dengan tercatatnya Perseroan di Bursa Efek Indonesia, hal ini merupakan langkah awal dari pengembangan bisnis untuk dapat memajukan industri alat kesehatan di Indonesia," kata Direktur Utama PT Hetzer Medical Indonesia Tbk, Padmono Budi Sanyoto.
Berdasarkan prospektus, perseroan melakukan penawaran umum perdana saham yakni sebesar 390 juta saham atau sebanyak 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Jumlah nilai penawaran umum yakni sebanyak Rp 39,06 miliar. Lalu, sekitar 8,56% untuk renovasi gudang perseroan, 4,44% untuk pengembangan produk Perseroan dengan pembelian mesin produksi masker Duckbill, 11,11% untuk pembelian mesin produksi masker untuk memproduksi varian masker baru yaitu masker KN95, masker KF94, dan masker N95.
Kemudian, sekitar 2,82% untuk pembelian peralatan penunjang produksi yaitu kompresor, dryer, mesin welding, mesin L- String, dan toolkit. Lalu, 73,07% sebagai modal kerja Perseroan untuk pembelian bahan baku produksi masker Duckbill, masker KN95, masker KF94 dan masker N95.
PT Hetzer Medical Indonesia Tbk didirikan pada tanggal 31 Desember 2010 dan mulai resmi beroperasi pada tanggal 1 Maret 2011 dengan memproduksi masker bedah. Selain memproduksi masker,perseroan juga memproduksi bouffant cap (penutup kepala / topi operasi) dan mendistribusikan hand sanitizer.
Direktur PT Hetzer Medical Indonesia, Franciscus Rijadi, mengatakan bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan rata-rata per tahun hingga 30% untuk tahun 2023 sampai 2026.