Satu Impian Lo Kheng Hong di Pasar Saham, Apa Itu?

Youtube UKDW Yogyakarta
Lo Kheng Hong dalam acara seminar How To Be a Wise and Smart Investor Amidst Uncertainty? di UKDW Yogyakarta, Sabtu (17/6)
Penulis: Lona Olavia
29/8/2023, 14.57 WIB

Investor kawakan Lo Kheng Hong mengaku masih memiliki satu impian terbesarnya yang diharapkan bisa terwujud dari pasar saham Indonesia. Impian pria berusia 64 tahun tersebut bukan menikmati keuntungan besar dari saham-saham yang dimilikinya, namun bisa melihat masyarakat Indonesia sejahtera dari berinvestasi di instrumen ini.

“Bukan sejuta keinginan, tapi satu keinginan saja. Kalau kita punya banyak keinginan hidup kita makin susah. Jadi saya punya satu keinginan yakni masyarakat Indonesia bisa menjadi sejahtera melalui Bursa Efek Indonesia,” ujarnya dalam Youtube Winmax Gallery dikutip Selasa (29/8).

Apalagi ia meyakini harta karun terbesar di dunia adanya di dalam pasar modal, bukan di dasar laut. Termasuk bisa membeli Mercy dengan harga Bajaj yang hanya bisa dilakukan di pasar saham.

“Mercy dijual seharga Bajaj tidak ada. Hanya orang-orang tertentu di saham yang matanya tajam yang bisa melihat Mercy harga Bajaj. Caranya tidak mudah, tapi bisa dengan banyak membaca,” kata Pak Lo biasa ia disapa.

Namun perlu dicamkan bahwa keberhasilannya, tidak datang dengan dengan instan. Kesuksesan saat ini berkat kesabaran dan kegigihannya dalam bergelut di dunia pasar modal.

Lo Kheng Hong pun menganjurkan agar para calon investor maupun investor pemula memperhatikan beberapa hal saat berinvestasi saham. Berikut lima sarannya:

  1. Lihat manajemennya, apakah dikelola orang yang jujur, profesional, dan berintegritas.
  2. Perhatikan usahanya.
  3. Cari perusahaan yang labanya besar.
  4. Pilih perusahaan yang terus bertumbuh dalam jangka panjang.
  5. Cermati valuasi dari price earning ratio (PER) maupun price to book value (PBV) dan bandingkan dengan kompetitornya.

Lebih lanjut pria yang sering disebut Warren Buffet asal Indonesia tersebut mengatakan, saat ini mudah baginya untuk memenuhi semua keinginannya. Hal itu karena ia sudah memiliki banyak uang dari capital gain. Capital gain adalah jumlah keuntungan seorang investor saat menjual kembali aset investasinya.

Berbeda saat ia masih bekerja sebagai seorang pegawai tata usaha, sehingga usai menikah ia bahkan belum mampu membeli rumah pribadi.

Lantas untuk mewujudkan impiannya itu, akhir-akhir ini Pak Lo mengaku sibuk menerima undangan dari berbagai perguruan tinggi dan juga institusi. Seperti baru-baru ini yang ia berikan di perguruan tinggi di Papua.

“Seperti diundang Universitas Syiah Kuala di Aceh, saya agak takut sebenarnya tapi saya datang juga. Bahkan dipanggil ke Papua saya datang untuk membagikan bagaimana investasi di BEI supaya bisa jadi sejahtera,” ungkap Pak Lo.

Teranyar Lo Kheng Hong juga akan menjadi narasumber di acara BCA Wealth Summit 2023 pada 30-31 Agustus 2023 di Jakarta.

Adapun kesadaran akan berinvestasi sejak dini kini kian makin disadari. Hal ini tercermin dari jumlah investor individu di pasar modal Indonesia yang semakin banyak.

Jumlah investor pasar modal bertumbuh 8,9% secara year to date menjadi hampir 11,2 juta single investor identification (SID) per Juni 2023. Dari jumlah tersebut, investor reksa dana mencapai 10,5 juta atau tumbuh 9,4% dan saham, serta surat berharga lainnya 4,8 juta atau tumbuh 8,4%.

Menurut data statistik publik Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Juni 2023, sekitar 26,86% di antaranya berstatus pelajar. Bahkan kepemilikan aset pelajar di pasar modal tidak main-main. Sebanyak Rp 13,2 triliun berada di C-Best dan sebesar Rp 9,3 triliun di S-Invest.

Dari segi usia, jumlah investor berumur di bawah 30 tahun tercatat sebanyak 57,57% dari seluruh investor. Ini merupakan jumlah yang terbanyak dari total keseluruhan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.