PT United Tractors Tbk (UNTR) menyuntik modal jumbo ke anak usahanya PT Acset Indonusa Tbk (ACST) atau ACSET sebesar Rp 1 triliun. Sekretaris Perusahaan United Tractors, Sara K. Loebis, menyampaikan bahwa sesuai perjanjian, UNTR memberikan fasilitas pinjaman kepada ACSET yang akan dimanfaatkan sebagai modal kerja.
Menurut Sara, pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) ditambah 1,03% per tahun. Adapun periode ketersediaan dana mulai dari 21 April 2025 hingga 21 Maret 2030.
“Pada 21 April 2025, perseroan dan Acset Indonusa, anak perusahaan perseroan, telah menandatangani perjanjian pinjaman,” tulis Sara dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (23/4).
Sara menjelaskan bahwa ACSET memilih transaksi ini karena syaratnya lebih fleksibel. Selain itu, tidak memerlukan jaminan kepada perseroan dibandingkan apabila melakukan transaksi dengan pihak ketiga, dengan tetap memperhatikan kewajaran (arm’s length) dari transaksi.
Terkait transaksi ini, Sara menyampaikan bahwa Dewan Komisaris dan Direksi UNTR memastikan seluruh informasi yang perlu diketahui publik telah disampaikan secara lengkap. Ia memastikan tak ada fakta material yang disembunyikan atau dihilangkan yang dapat membuat informasi menjadi tidak akurat atau menyesatkan.
“Perseroan telah memenuhi prosedurnya untuk memastikan bahwa transaksi dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum,” ujar Sara.
Adapun ACSET mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp3,2 triliun, meningkat 35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,3 triliun. Namun, hingga tahun 2024, perusahaan masih membukukan kerugian sebesar Rp542,1 miliar.
Saat ini, ACSET memiliki fasilitas pinjaman dari Perseroan senilai Rp325 miliar yang dimanfaatkan untuk kebutuhan modal kerja, khususnya dalam pelaksanaan proyek-proyek baru. Melalui rencana transaksi ini, perseroan berupaya memberikan tambahan pembiayaan dengan tingkat bunga yang lebih bersaing, mengingat suku bunga perbankan, terutama dari Bank Persero, berada di kisaran 8,67% per tahun menurut data Bank Indonesia.
Fasilitas ini diharapkan dapat membantu ACSET memenuhi kebutuhan pembiayaan proyek konstruksi khususnya di sektor infrastruktur. Selain itu perusahaan berharap bisa menekan beban bunga agar operasional perusahaan menjadi lebih efisien dan efektif di tengah tantangan yang ada.