Saham Wahana Interfood (COCO) ARA 3 Hari Berturut-turut, Bagaimana Prospeknya?
Saham emiten PT Wahana Interfood Nusantara Tbk menembus batas maksimal kenaikan harga saham atau auto rejection atas (ARA) selama tiga hari berturut-turut. Harga saham emiten dengan kode COCO ini telah naik 140% sejak Jumat (16/5) hingga kemarin.
Namun, bagaimana prospeknya?
Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai lonjakan harga saham COCO dipengaruhi oleh sentimen kenaikan harga cokelat. Namun, ia mengingatkan investor terkait kinerja saham emiten ini yang masih negatif.
"Sahamnya naik signifikan memang walaupun kinerja keuangannya sebenarnya mengecewakan, ruginya meningkat pada kuartal I 2025. Namun, memang ada sentimen kenaikan harga kakao," ujar Nafan kepada Katadata.co.id dikutip Rabu (21/5).
Nafan menyarankan investor untuk tak gegabah melakukan aksi beli. "Saya cenderung wait and see, karena terbukti kinerja kuartal I 2025 mengecewakan," kata dia.
COCO mencatatkan rugi bersih mencapai Rp 18,2 miliar pada kuartal pertama tahun ini, melonjak dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 8,5 miliar. Rugi bersih naik seiring beban penjualan yang meningkat saat pendapatan penjualan justru turun.
Penjualan pada tiga bulan pertama 2025 turun dari Rp 41,5 miliar menjadi Rp 36,4 miliar. Sedangkan beban penjualan, naik dari Rp 35,7 miliar menjadi Rp 36,3 miliar.
Perusahaan pada tahun lalu membukukan rugi bersih mencapai Rp 52,6 miliar, naik dibandingkan 2023 yang juga mencetak rugi Rp 50,5 miliar. Penjualan turun dari Rp 171 miliar pada 2023 menjadi Rp 161 miliar, sedangkan beban penjualan turun dari Rp 157 miliar menjadi Rp 152 miliar.
Profil Wahana Interfood Nusantara (COCO)
COCO adalah salah satu pemain utama di industri konfeksioneri yang melayani klien di segmen layanan makanan dan ritel di Indonesia hingga Asia Tenggara lainnya.
Emiten ini memproduksi cokelat dalam bentuk beragam produk seperti bubuk cokelat, minuman cokelat, cokelat batangan, chocolate pearls, waffle cokelat, serta selai cokelat dan buah, selai, dan isian di bawah merek Schoko, D’Lanier, dan Winfil.
Grup usaha ini memiliki anak usaha Bikoin yang didirikan pada 2022 dengan fokus di bisnis kopi hulu ke hilir. Mereka menawarkan biji kopi specialty dan komersial dalam berbagai jenis dan bentuk.
Dalam menjalankan bisnisnya, grup usaha ini bekerja sama dengan produsen makanan, toko roti, patiseri, kafe, restoran, serta ritel.
Komisaris Mengundurkan Diri
Saham COCO menyentuh ARA selama tiga hari berturut-turut meski tak ada informasi material berarti yang dibagikan perusahaan. Namun pada 19 Mei 2025, manajemen melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia mengumumkan pengunduran diri dua komisaris perusahaan.
Pengunduran diri diajukan Gde Iswantara selaku Komisaris Utama Perseroan dan Tonny Sutanto Mahadarta selaku Komisaris Independen pada 15 Mei 2025 dan akan berlaku efektif sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Sekretaris Perusahaan Wahana Interfood Nusantara Gendra Fachrurozi menjelaskan, calon pengganti dari Gde Iswantara dan Tonny Sutanto Mahadarta akan tunduk pada proses nominasi. Penggantinya akan diajukan perubahan komposisi Dewan Komisaris pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar besok, Rabu (21/5).