IHSG Rawan Turun, Saham PGAS, MDKA, dan BKSL Jadi Rekomendasi

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Karyawan melintas di bawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/5/2020).
7/8/2025, 06.01 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan rawan anjlok pada perdagangan saham hari ini, Kamis (7/8). Sebelumnya IHSG ditutup turun ke level 7.503 atau 0,15% pada Rabu (6/8) kemarin.

Menurut analis MNC Sekuritas Indonesia, Herditya Wicaksana, pergerakan IHSG masih disertai dengan tekanan jual oleh investor. MNC Sekuritas memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih rawan terkoreksi ke rentang area 7.259-7.415 sekaligus menguji area support terdekat. Adapun level support IHSG berada di 7.240 dan 7.415.

“Sementara resistance terdekat berada di 7.675 dan 7.758,” tulis Herditya dalam risetnya, Kamis (7/8). 

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Multipolar Tbk (MLPL). 

Di samping itu, Phintraco Sekuritas mengatakan secara global (7/8), investor akan mencermati data surplus neraca perdagangan Tiongkok Juli 2025 yang diperkirakan turun menjadi US$103.4 miliar dari US$ 114.77 miliar. 

Dari Inggris, investor akan menantikan pertemuan Bank of England yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga menjadi 4% dari 4.25%. Sedangkan dari AS, akan dirilis data initial jobless claims pekan lalu yang diperkirakan naik tipis menjadi 220 ribu dari 218 ribu di pekan sebelumnya. 

Adapun dari domestik akan dirilis data cadangan devisa bulan Juli 2025.

“Sehingga IHSG diperkirakan konsolidatif di 7.450-7.550 dengan kecenderungan koreksi terbatas,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya. 

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Indosat Tbk (ISAT).



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila