Krisis subprime mortgage yang melanda Amerika Serikat pada 2008 berdampak besar terhadap bursa saham global, termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI). Meski kondisi pasar terguncang, sejumlah emiten tetap berhasil mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di tengah gejolak.
Awal Mula Krisis 2008 dan Dampaknya Terhadap IHSG
Tanda-tanda krisis keuangan 2008 tampak sejak awal 2007 saat gelembung kredit subprime mortgage mulai meletus. Banyak KPR berisiko tinggi mulai gagal bayar. Harga rumah di AS mulai turun, menyebabkan nilai agunan menyusut dan perusahaan pemberi kredit subprime seperti New Century Financial bangkrut pada Maret 2007.
Pada pertengahan hingga akhir 2007, kepanikan di pasar keuangan terjadi. Bank besar dunia mulai melaporkan kerugian besar akibat surat utang berbasis subprime mortgage (MBS). Pada Agustus 2007, bank-bank sentral seperti The Fed dan ECB mulai menyuntikkan likuiditas karena pasar uang membeku.
Northern Rock, bank besar di Inggris, mengalami krisis likuiditas dan harus diselamatkan pemerintah pada September 2007.
Krisis pun mulai menyebar ke pasar modal dan perbankan global pada awal 2008. Bear Stearns, salah satu bank investasi besar AS, hampir bangkrut dan diakuisisi JPMorgan dengan dukungan The Fed pada Maret 2008.
IHSG pun terus menunjukkan tren penurunan sejak awal tahun hingga titik puncak krisis saat Lehman Brothers, lembaga keuangan terbesar keempat di AS bangkrut pada Oktober 2008. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok lebih dari 10% saat itu. Untuk meredam kepanikan, BEI sempat menerapkan trading halt, atau penghentian sementara perdagangan.
Tetap Gelar IPO di Tahun Krisis
Meski gonjang-ganjing sistem keuangan global terjadi sepanjang 2008, 19 dari 21 perusahaan yang sudah memiliki rencana melantai di Bursa Efek Indonesia tetap menggelar IPO. Sedangkan dua perusahaan membatalkan rencana aksi korporasi itu.
Keduanya adalah perusahaan jasa & ritel kendaraan bermotor PT Wahanaartha Harsaka dan perusahaan energi PT Prime Petroservices. Keduanya memutuskan untuk menunda IPO akibat memburuknya psar saham global.
Wahanaartha Harsaka merencanakan IPO pada April 2008 dan menargetkan dapat menghimpun dana hingga Rp 168 miliar. Sedangkan PT Prime Petroservices merencanakan IPO pada Oktober 2008 dengan target dana hingga Rp 365 miliar.
Jumlah emiten yang IPO pun anjlok pada 2009 menjadi hanya 13 perusahaan.
Adapun beberapa emiten yang melakukan IPO sepanjang 2008, antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik Prajogo Pangestu, perusahaan pengembang PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), perusahaan bidang energi PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), serta anak usaha Pertamina PT Elnusa Tbk (ELSA).
Dari 19 perusahaan yang berhasil melantai di bursa pada 2008, tersisa 16 perusahaan yang masih bertahan hingga saat ini. Dua perusahaan lainnya yaitu PT Bank Ekonomi Raharja, PT Sekawan Intipratama, dan PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbkdelisting, masing-masing pada 2015, 2019, dan 2021.
Berikut daftar lengkap 17 emiten yang IPO pada 2008 dan masih bertahan hingga saat ini:
| Kode | Nama Perusahaan | Periode Pencatatan | Sektor |
| BAPA | PT Bekasi Asri Pemula Tbk | Januari 2008 | Properti & Real Estat |
| TRIL | PT Triwira Insanlestari Tbk | Januari 2008 | Perindustrian |
| ELSA | PT Elnusa Tbk | Februari 2008 | Energi |
| YPAS | PT Yanaprima Hastapersada Tbk | Maret 2008 | Barang Baku |
| BTPN | PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (ganti nama PT Bank SMBC Indonesia Tbk) | Maret 2008 | Keuangan |
| KOIN | PT Kokoh Inti Arebama Tbk | April 2008 | Perindustrian |
| GZCO | PT Gozco Plantations Tbk | Mei 2008 | Barang Konsumen Primer |
| TPIA | PT Tri Polyta Indonesia Tbk (ganti nama PT Chandra Asri Pacific Tbk) | Mei 2008 | Barang Baku |
| BSDE | PT Bumi Serpong Damai Tbk | Juni 2008 | Properti & Real Estat |
| INDY | PT Indika Energy Tbk | Juni 2008 | Energi |
| VRNA | PT Verena Oto Finance Tbk (ganti nama PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk) | Juni 2008 | Keuangan |
| PDES | PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk | Juli 2008 | Barang Konsumen Non-Primer |
| ADRO | PT Adaro Energy Tbk (ganti nama PT Alamtri Resources Indonesia Tbk) | Juli 2008 | Energi |
| HOME | PT Hotel Mandarine Regency Tbk | Juli 2008 | Barang Konsumen Non-Primer |
| BYAN | PT Bayan Resources Tbk | Agustus 2008 | Energi |
| TRAM | PT Trada Maritime Tbk (ganti nama PT Trada Alam Minera Tbk) | September 2008 | Energi |