Jejak Taipan Franky Widjaja, Hashim dan Li Ka-Shing di Lelang Frekuensi 1,4 Ghz
Lelang frekuensi radio 1,4 GHz di Kementerian Komunikasi dan Digital memasuki babak baru. Kementerian telah mengumumkan 7 perusahaan yang resmi mendaftar untuk ikut seleksi penyediaan layanan akses nirkabel pita lebar (Broadband Wireless Access) untuk memperluas jangkauan internet tetap Tanah Air.
Dari tujuh perusahaan yang diumumkan oleh Kemenkomdigi beberapa di antaranya terafiliasi dengan para taipan Tanah Air dan bahkan internasional. Hal ini membuka babak baru dalam perebutan aset strategis digital yang bisa memperluas jangkauan internet tetap nasional.
“Selanjutnya penyelenggara telekomunikasi tersebut yang telah mendapatkan akun sistem e-Auction dapat melakukan pengunduhan dokumen seleksi,” tulis Kemenkomdigi dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (15/8).
Dari sisi BUMN, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi pemain utama yang sudah mapan dalam bisnis telekomunikasi. Dalam lelang ini, anak usaha Telkom PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) juga turut mendaftar. Telkom bersama Telkomsel saat ini menguasai pangsa pasar seluler terbesar di Indonesia.
Tak hanya, BUMN, lelang frekuensi juga menarik minat para konglomerat. PT Indosat Tbk (ISAT), yang kini mayoritas sahamnya dimiliki Ooredoo Hutchison Asia (Ooredoo Group) bersama PT Tiga Telekomunikasi Indonesia milik Grup Northstar, memiliki rekam jejak agresif memperluas jaringan sejak merger pada 2022.
Dalam struktur ISAT terdapat nama Taipan Asia asal Hong Kong Li Ka-Shing melalui CK Hutchison. Ia masuk setelah adanya perjanjian kerja sama antara Qatar Ooredoo Group dan CK Hutchison Holdings Limited (CK Hutchison) pada September 2021 dengan nilai transaksi merger US$ 6 miliar atau setara Rp 85,62 triliun.
Lewat CK Hutchison Holdings Limited, bisnis Li Ka-Shing menggurita tidak hanya di bidang telekomunikasi tetapi juga di usaha pelabuhan dan pengembang properti. Merujuk data Forbes Billionaire yang dikutip Jumat (15/8) harta Li Ka Shing mencapai US$40,5 miliar atau setara 656 triliun. Ia menempati posisi orang terkaya nomor 42 global dan dan menempati posisi 42 dan nomor 2 di Hong Kong.
Di balik ISAT juga ada nama Patrick Walujo yang merupakan salah satu pengelola dana terkemuka di Asia. Patrick menjadi sosok di balik PT Tiga Telekomunikasi Indonesia dengan kepemilikan saham di ISAT sebanyak 8,33%
Nama besar lain yang berada di balik lelang frekuensi 1,4 Ghz adalah adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo melalui PT Telemedia Komunikasi Pratama yang merupakan anak usaha PT Sinergi Solusi Digital Tbk (WIFI) atau biasa dikenal dengan Surge. Hashim masuk ke WIFI melalui PT Investasi Sukses Bersama dengan kepemilikan saham 53,56%.
Sebelum peserta lelang frekuensi 1,4 Ghz diumumkan, perusahaan Hashim tercatat menambah kepemilikan saham di WIFI yang diumumkan pada (11/8). Ia memborong saham sebanyak 30 juta lembar atau setara Rp 86,67 miliar
Investasi Sukses Bersama sebelumnya juga ikut ambil bagian dalam right issue atau penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang digelar pada Juli lalu. Setelah aksi borong kini jumlah saham ISB naik menjadi 54,22%.
Sinar Mas Group juga tak ketinggalan untuk ikut dalam lelang. Perusahaan di bawah konglomerasi Grup Sinar Mas di bawah orkestrasi taipan Franky Oesman Widjaja itu masuk lewat PT Eka Mas Republik. Eka Mas merupakan perusahaan yang dikenal dengan merek MyRepublic yang menyediakan layanan internet fiber optik dan TV berlangganan.
MyRepublic merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan emiten PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. Saat ini, MyRepublic telah melayani lebih dari 1,5 juta pelanggan di lebih dari 162 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
Merujuk laman resmi MyRepublic adalah entitas anak tidak langsung DSSA melalui kepemilikan di PT DSSA Mas Sejahtera. Kegiatan usaha multimedia yang dilakukan oleh PT Innovate Mas Indonesia dan PT Eka Mas Republik termasuk dalam lini bisnis teknologi DSSA.
Daftar Lengkap 7 Peserta Lelang Frekuensi 1,4 Ghz
Dalam pengumuman terbaru, Kemenkomdigi menyatakan terdapat 7 perusahaan yang sudah menyatakan kesiapan untuk ikut lelang frekuensi radio 1,4 Ghz. Berikut daftarnya
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk;
- PT XLSMART Telecom Sejahtera;
- PT Indosat Tbk;
- PT Telemedia Komunikasi Pratama;
- PT Netciti Persada;
- PT Telekomunikasi Selular;
- PT Eka Mas Republik.
Sebelumnya Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemenkomdigi Wayan Toni Supriyanto menjelaskan seleksi pengguna pita frekuensi radio 1,4 GHz dilakukan untuk layanan akses nirkabel pita lebar (Broadband Wireless Access). Infrastruktur internet ini diperlukan guna memperluas jangkauan internet tetap dan mendukung pemerataan transformasi digital.
Wayan mengatakan penambahan infrastruktur dilakukan untuk meningkatnya kebutuhan konektivitas khususnya di daerah yang belum terlayani secara optimal.
“Langkah ini tidak hanya membuka ruang bagi penyelenggara jaringan untuk meningkatkan kapasitas dan cakupan layanan, tetapi juga memperluas pilihan akses internet yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujar Wayan.
Pelaksanaan seleksi dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 337 Tahun 2025. Komitmen penyediaan layanan tersebut akan menjadi acuan dalam pengawasan dan evaluasi proyek. Pemerintah memastikan bahwa seluruh tahapan berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
Pita frekuensi 1,4 GHz merupakan frekuensi yang diperuntukan untuk penggelaran jaringan akses nirkabel pita lebar, terutama dengan teknologi Time Division Duplex (TDD). Penggunaan pita ini diharapkan memberi fleksibilitas bagi operator dalam menyediakan layanan akses internet berbasis jaringan pita lebar yang berkualitas.