Wall Street Bergejolak, Investor Tunggu Laporan Ritel dan Kebijakan The Fed
Indeks Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (18/8) usai pekan lalu mencatatkan reli beruntun. Investor bersikap hati-hati menjelang rilis laporan keuangan dari sejumlah peritel besar dan simposium tahunan bank sentral AS di Jackson Hole.
Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 34,30 poin atau 0,08% ke level 44.911,82. Lalu S&P 500 turun tipis 0,01% menjadi 6.449,15, sedangkan Nasdaq Composite menguat tipis 0,03% ke 21.629,77.
Adapun tekanan terutama datang dari saham teknologi, dengan Meta Platforms merosot 2,3% dan Microsoft melemah 0,6%.
Fokus pasar pekan ini tertuju pada kinerja peritel besar seperti Home Depot, Lowe’s, Walmart, dan Target, yang akan memberi gambaran daya beli konsumen AS. Di sisi lain, kekhawatiran tingginya valuasi, tarif impor, dan melambatnya pasar tenaga kerja AS masih membayangi prospek ekonomi.
“Laporan laba ritel pekan ini kemungkinan akan menunjukkan tekanan dari tarif, inflasi, dan perlambatan ekonomi,” ujar Scott Wren, Senior Global Market Strategist Wells Fargo Investment Institute, dikutip dari CNBC, Selasa (19/8). Wren menilai reli saham dalam beberapa pekan terakhir berpotensi terhenti akibat faktor itu.
Investor juga mencermati pidato Ketua The Fed Jerome Powell di KTT Jackson Hole, yang diharapkan memberi sinyal arah kebijakan suku bunga. Berdasarkan alat FedWatch CME, pasar memperkirakan peluang The Fed memangkas suku bunga pada September 2025 mencapai 83%.
Meski melemah, Wall Street masih mencatatkan performa positif dalam dua pekan terakhir. S&P 500 dan Nasdaq menguat di empat dari lima pekan terakhir, dengan saham berkapitalisasi kecil mencatatkan kinerja lebih baik seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga.