Emiten Grup Djarum SSIA Targetkan Laba hingga Rp 700 Miliar di 2025

Katadata / nur hana nabila
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)
20/8/2025, 14.27 WIB

Emiten yang bergerak dalam bidang usaha real estat, kawasan industri, pengelolaan gedung dan perhotelan, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membidik laba hingga Rp 700 miliar hingga pada 2025. Peningkatan itu seiring dengan sejumlah aksi strategis yang disiapkan emiten yang terafiliasi dengan Grup Djarum tersebut.

Vice President of Investor Relations & Sustainability SSIA, Erlin Budiman, mengatakan target laba tersebut disumbang dari kawasan industri Subang Smartpolitan yang dikelola anak usaha SSIA, PT Suryacipta Swadaya. Namun, SSIA kemungkinan mendapatkan Rp 444,5 miliar karena membagi labanya ke Grup Djarum. 

“Diharapkan sekitar Rp 650–Rp 700 miliar, tapi jangan lupa kami sekarang sudah ada teman, Grup Djarum, jadi harus dipotong 36,5%,” kata Elin saat media visit ke The Manor Office Building SSIA, Karawang, Selasa (19/8). 

Adapun Surya Semesta sebelumnya melakukan pengalihan 36,5% saham anak perusahaan PT Surya Cipta Swadaya melalui penerbitan saham baru kepada entitas anak Grup Djarum, PT Puri Lestari. Total nilai transaksi mencapai Rp 3,1 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan kawasan industri Subang Smartpolitan. 

Lewat anak usaha PT Suryacipta Swadaya, SSIA mengelola kawasan industri Suryacipta City of Industry di Karawang seluas 1.400 hektare dan kawasan terpadu Subang Smartpolitan di Subang seluas 2.717 hektare. Perseroan juga memiliki bisnis residensial, resort di Bali, dan kontraktor nasional PT Nusa Raya Cipta. 

Di bidang hospitality, SSIA menaungi operator Umana Bali LXR Hotels & Resorts, Gran Meliá Jakarta, Meliá Bali, serta jaringan Batiqa Hotels. Diversifikasi ini menempatkan SSIA sebagai pemain penting di industri properti, konstruksi, dan perhotelan Indonesia.

Meski sudah menanamkan investasi di anak usaha SSIA sejak tahun lalu, Grup Djarum baru tercatat sebagai pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5% sejak Juli 2025. Pembelian saham pertama dilakukan pada 4 Juli 2025 dengan mencaplok 247,99 juta atau 5,27% saham.    

Grup Djarum pun terus menambah kepemilikan sahamnya di SSIA. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kepemilikan di atas 10,24% hingga 15 Agustus 2025.

Kinerja Semester I 2025

Adapun hingga semester pertama 2025, SSIA membukukan rugi bersih sebesar Rp 32,34 miliar hingga Juni 2025. Torehan ini berbanding terbalik dari laba bersih Rp 105,62 miliar pada Juni 2024.

Sedangkan pendapatan usaha SSIA tercatat Rp 2,11 triliun per semester I 2025. Angka turun 9,8% dari Rp 2,34 triliun pada semester pertama 2024.

Secara rinci, pendapatan usaha dari jasa konstruksi sebesar Rp 1,56 triliun hingga semester pertama 2025. Kemudian segmen hotel berkontribusi Rp 210,55 miliar, tanah kawasan industri Rp 167,16 miliar, jasa pemeliharaan dan utilitas Rp 162,50 miliar, dan segmen sewa sebesar Rp 9,02 miliar sepanjang Januari–Juni 2025.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila