Emiten milik Tommy Soeharto, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), melesat signifikan dalam waktu satu pekan terakhir. Lonjakan tersebut diinisiasi oleh pengumuman perseroan membangun dua kapal baru. 

Dalam sepekan terakhir harga saham HUMI melesat 127% dari Rp 81 pada Jumat (22/8) menjadi Rp 184 pada penutupan perdagangan Rabu (27/8). Akibatnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau menghentikan sementara perdagangan saham HUMI. 

Suspensi mulai berlaku pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (28/8). Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Waran Seri I PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI-W) juga disuspensi. 

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono mengatakan, suspensi dilakukan karena terdapat peningkatan harga kumulatif yang tidak signifikan pada saham emiten penyedia jasa persewaan kapal ini. 

“Dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham HUMI dan HUMI-W,” kata Yulianto dalam keterangan resmi dikutip Kamis (28/8).

Lebih lanjut, Yulianto menyampaikan, penghentian sementara saham HUMI dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, sementara suspensi HUMI-W dilakukan di seluruh pasar. Tujuan suspensi ini untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan aksi jual beli di saham HUMI dan waran seri I HUMI-W.

Selama satu pekan, saham HUMI terpantau meroket 130%. Pada perdagangan kemarin, harga saham HUMI melesat 34,31% satu 47 poin ke level 184 dan melonjak 268% sejak awal tahun dari harga Rp 50.

Rencana Pembangunan 2 Kapal

Lonjakan harga saham HUMI dimulai sejak perseroan  mengumumkan telah mulai membangun dua unit kapal Self Propelled Hopper Barge (SPHB) melalui anak usahanya PT Humpuss Transportasi Curah (HTC). Peresmian tersebut ditandai dengan acara peletakan lunas (keel laying) di area Galangan PT Cipta Bahari Shipyard di Tegal.

Direktur Utama HUMI, Tirta Hidayat mengatakan, langkah ini merupakan strategi perusahaan dalam memperkuat kinerja operasional. Tak hanya itu, aksi ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis di sektor jasa transportasi laut nasional.

“Pembangunan dua kapal SPHB ini bukan hanya menambah kekuatan armada, tetapi juga mempertegas posisi HUMI sebagai perusahaan maritim nasional yang adaptif terhadap kebutuhan industri,” kata Tirta dalam keterbukaan informasi BEI dikutip Kamis (28/8). 

Sementara itu, Direktur HTC menyampaikan, pembangunan dua kapal ini menjadi salah satu upaya perseroan untuk mengembangkan bisnis. 

“Dengan desain yang inovatif, kapal ini dirancang untuk mempercepat proses pekerjaan dan menghemat bahan bakar, menunjukkan komitmen kami terhadap efisiensi,” kata dia.

Proyek dua kapal ditargetkan selesai dalam delapan bulan. Kapal yang tengah dibuat ini memiliki spesifikasi draft dangkal 2,3 meter yang memungkinkan untuk mengangkut hingga 700 meter kubik muatan.  

Kapal tersebut memiliki dua mesin yang masing-masing berkekuatan 450 tenaga kuda yang efisien. Lalu dilengkapi sistem pendorong mandiri (self propeller) yang memungkinkan kecepatan hingga 5-6 knot saat muatan penuh. 

Ia melanjutkan, kapal SPHB merupakan jenis armada dengan kemampuan mengangkut material dalam jumlah besar, yang akan memberikan nilai tambah bagi mitra bisnis. 

Pembangunan dua unit kapal SPHB ini juga sejalan dengan komitmen HUMI untuk terus berkontribusi pada kemajuan industri maritim nasional. Dengan langkah ini, perusahaan berharap dapat mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat infrastruktur untuk konektivitas di sektor pelayaran domestik.

Perubahan Komposisi Pemegang Saham

Selain itu, HUMI mengumumkan perubahan komposisi para pemegang saham. Perubahan tersebut terjadi usai anak usaha perseroan, PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) melepas sebanyak 96.491.300 saham atau setara dengan 0,53% saham dari total modal yang disetor penuh ke BEI. 

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan HTK berkurang menjadi 6,55% dari 7,08%. Sementara itu, kepemilikan masyarakat meningkat menjadi 16,95% dari 16,42%. Adapun kepemilikan saham PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) bertahan 76,50% yang menjadi pemegang saham mayoritas. 

Tirta menjelaskan aksi ini tidak akan memiliki dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri