IHSG Dibuka Melemah Imbas Demo, Harga Saham Emiten Media TMPO Sentuh Batas Atas

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Karyawan berjalan di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (17/5/2023).
Penulis: Ira Guslina Sufa
1/9/2025, 09.27 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi dibuka melemah 210,39 poin atau 2,69% ke posisi 7.920.10. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 26,47 poin atau 3,32%ke posisi 770,65.

Sekitar lima menit setelah dibuka, IHSG menyentuh level terendah di Rp 7.547 dengan penurunan lebih dari 3,4%. Setelah itu IHSG kembali mencoba rebound dan pada pukul 09.21 WIB ke level 7.631. 

Berbanding terbalik dengan arah IHSG, saham emiten media PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) sempat menyentuh batas atas atau auto rejection atas (ARA) di level 216. Namun posisi tersebut tak bertahan lama. Pada pukul 09.24 WIB Harga saham TMPO turun ke level 202. 

Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bergerak melemah pada perdagangan Senin ini, dengan sentimen utama akan berasal dari tingkat domestik.

Sentimen utama akan berasal dari pelaku pasar yang mencermati situasi sosial, politik, dan keamanan dalam negeri, setelah adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat selama pekan kemarin.

"Jika situasi sudah kondusif, IHSG berpotensi menguji level resistance di 7.900-7.940. Namun, jika IHSG ditutup di bawah level 7.760, maka diperkirakan berpotensi menguji level support di 7.630-7.680," ujar Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari dalam negeri, pelaku pasar akan fokus perhatian terhadap perkembangan situasi sosial, politik, dan keamanan pada awal pekan ini.

Apabila gangguan keamanan meluas, dikhawatirkan akan berdampak terhadap menurunnya kepercayaan investor yang dapat mengakibatkan outflow investor asing, melemahnya nilai tukar rupiah, serta meningkatnya risiko investasi.

Selain itu, berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi domestik, apabila berlangsung lama karena terganggunya aktivitas ekonomi dan distribusi barang.

Apabila ketidakpastian politik berlangsung lama dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap fundamental makro ekonomi dan kinerja perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia.

Dari mancanegara, indeks Core Price Consumer Expenditure (PCE) Amerika Serikat (AS) periode Juli 2025 naik 2,9 persen year on year (yoy) dari sebelumnya 2.8 persen (yoy) pada Juni 2025, sesuai dengan estimasi, namun merupakan level tertinggi sejak Februari 2025.

Di sisi lain, pengadilan banding Federal AS memutuskan bahwa sebagian besar tarif Presiden AS Donald Trump adalah ilegal, karena yang berhak menetapkan tarif adalah Kongres.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.