Mandiri Sekuritas Catat Transaksi Rp414 T hingga Agustus, Bakal Boyong IPO Baru?
Mandiri Sekuritas menjadi broker nomor satu di pasar modal Indonesia dengan nilai transaksi mencapai Rp 414 triliun sepanjang periode 1 Januari hingga 25 Agustus 2025. Hingga kini Mandiri Sekuritas menguasai sekitar 10% pangsa pasar di pasar modal Indonesia.
Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, menyampaikan perusahaan akan terus memperkuat layanan, baik untuk nasabah ritel maupun korporasi, untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
“Fokus kami tetap kepada solusi pendanaan dan investasi agar para klien dapat mencapai berbagai aspirasinya di masa depan,” ucap Oki dalam pernyataan resmi yang dikutip Rabu (3/9).
Tak hanya itu, ia juga menyebut kedepannya perusahaan optimistis terhadap pasar modal Indonesia dengan fundamental dan prospek pertumbuhan perusahaan yang kuat. Hal itu juga sejalan dengan potensi pertumbuhan ekonomi nasional.
Adapun hingga Agustus 2025, BEI mencatat rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham mencapai Rp 13,56 triliun per hari. Dari sisi kapitalisasi pasar, BEI mencatat pertumbuhan hampir 10% sejak Januari 2025. Market cap Indonesia kini berada di peringkat ke-17 dunia dengan nilai Rp 13.555 triliun.
"Target kami market cap ini pada 2029-2030 mencapai 10% dibandingkan dengan bursa global," kata Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (11/8).
Mandiri Sekuritas Ungkap Kans IPO Emiten Anak Usaha BUMN
Sebelumnya Mandiri Sekuritas mengungkapkan sejumlah rencana strategis yang dikebut hingga akhir 2025 mendatang. Salah satunya adalah mempersiapkan sejumlah emiten termasuk anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatatkan sahamnya melalui initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, menjelaskan proses diskusi internal masih berlangsung untuk mengevaluasi potensi IPO dari berbagai entitas BUMN. Menurut OKI, terdapat banyak perusahaan BUMN dengan prospek dan bisnis yang menarik.
Lebih jauh Oki mengatakan beberapa perusahaan pelat merah, berpeluang besar untuk menarik minat pasar ke depannya. Oki menyatakan Mandiri Sekuritas berkomitmen membawa perusahaan berkualitas untuk IPO demi mendorong kenaikan likuiditas.
“Kami sudah ada beberapa yang kami sudah tahu kandidatnya untuk IPO,” kata Oki kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (6/5). Meski begitu, OKI tidak merinci detail calon emiten yang akan IPO tersebut.
Menurut Oki, likuiditas calon emiten IPO yang baik akan menarik lebih banyak investor. Hal ini selanjutnya akan turut memperkuat indeks harga saham, dan mendorong pasar modal Indonesia semakin sehat dan menarik dalam jangka panjang.
Ia juga menyebut bahwa hingga saat ini Mandiri Sekuritas telah membawa tiga emiten melaksanakan IPO dan masih menjajaki beberapa peluang perusahaan lainnya untuk IPO,
"Kami masih eksplorasi pasar untuk beberapa calon IPO, dan proses ini bisa memakan waktu sekitar 4–6 bulan. Masih ada waktu hingga akhir tahun, dan kami tetap optimistis,” ujarnya.
Oki pun menjelaskan bahwa sektor calon emiten yang bakal dibawa Mandiri Sekuritas melantai di BEI bervariasi. Ada calon emiten sektor sumber daya alam (natural resources), kesehatan (health care), hingga barang konsumsi (consumer goods).
Sebelumnya Mandiri Sekuritas membawa PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) dan PT Medela Potentia Tbk (MDLA) yang melantai di BEI pada April 2025. Lalu juga ada PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) pada Maret 2025.