Wall Street Menguat, Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

NYSE
Bursa efek New York atau Wall Street
Penulis: Karunia Putri
9/9/2025, 06.06 WIB

Indeks saham di bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (8/9) waktu setempat. Nasdaq menyentuh rekor penutupan tertinggi yang ditopang reli saham Broadcom.

S&P 500 naik 0,21% menjadi 6.495,15 poin, Nasdaq 0,45% ke level 21.798,70 poin, dan Dow Jones Industrial Average 0,25% ke 45.514,95 poin.

Meski demikian, enam dari 11 sektor dalam S&P 500 masih melemah, terutama utilitas yang turun 1,07%. Saham sektor teknologi menguat 0,67%.

Sentimen pasar dipengaruhi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed setelah laporan ketenagakerjaan AS akhir pekan lalu yang menunjukkan pelemahan. Para pedagang kini memperkirakan pemangkasan suku bunga 25 basis poin atau bps pada pertemuan The Fed 17 September. 

Bahkan, sebagian menilai ada peluang 10% pemangkasan lebih agresif hingga 50 bps, menurut CME FedWatch.

“Pasar sudah mendiskon penurunan suku bunga diproyeksi hanya 25 bps. Jika investor berharap 50 bps, itu tidak akan terjadi,” ujar CEO Longbow Asset Management Jake Dollarhide dikutip Reuters, Selasa (9/9).

Beberapa perusahaan pialang juga merevisi proyeksi mereka. Barclays memperkirakan tiga kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 bps pada 2025, dari sebelumnya dua kali. Standard Chartered menaikkan proyeksi pemangkasan September menjadi 50 bps, dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya.

Dari sisi korporasi, saham Broadcom melonjak 3,2% setelah perusahaan cip ini memperkirakan pertumbuhan pendapatan signifikan berkat tren AI. Kapitalisasi pasarnya kini mencapai US$ 1,6 triliun, menjadikannya perusahaan ketujuh paling berharga di Wall Street.

Investor juga mencermati data inflasi dan revisi penggajian dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS pekan ini, sebagai petunjuk tambahan terkait arah kebijakan The Fed.

Saham Robinhood Markets terbang 16% dan AppLovin melonjak 12% setelah diumumkan akan masuk ke dalam indeks S&P 500 efektif 22 September. EchoStar bahkan melesat 20% usai menyepakati penjualan lisensi spektrum nirkabel senilai US$ 17 miliar kepada SpaceX untuk mendukung jaringan satelit Starlink.

Sebaliknya, saham telekomunikasi melemah. AT&T dan Verizon terkoreksi lebih dari 2%, sedangkan T-Mobile turun hampir 4%.

Jumlah saham turun berimbang dengan yang naik dalam S&P 500. Indeks mencatat 18 titik tertinggi baru dan delapan titik terendah baru, sementara Nasdaq membukukan 136 titik tertinggi baru dan 95 titik terendah baru.

Volume perdagangan cukup ramai, mencapai 16,2 miliar saham, lebih tinggi dibanding rata-rata 16,1 miliar dalam 20 sesi terakhir.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri