Philippine Competition Commission (PCC) menyetujui rencana Pacific Universal Investments Pte. Ltd. untuk mengakuisisi saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang dimiliki PT Satya Mulia Gema Gemilang. Namun jumlah saham dan nilai transaksi belum disebutkan.  

Philippine Competition Commission (PCC) menyatakan, rencana pembelian saham ini tidak akan mengurangi tingkat persaingan secara signifikan. PCC menilai Pacific Universal Investments dan Grup MAP ini bukan pesaing langsung serta tidak memiliki hubungan pemasok maupun pelanggan. 

PCC juga menegaskan, kehadiran sejumlah peritel besar lainnya tetap menjadi penyeimbang persaingan bagi MAPI. 

“Undang-Undang Persaingan Filipina mewajibkan Philippine Competition Commission (PCC) untuk meninjau merger dan akuisisi serta mencegah kesepakatan yang dapat merugikan persaingan atau konsumen,” demikian pernyataan manajemen Philippine Competition Commission dalam keterangannya, dikutip Rabu (10/9). 

Pacific Universal Investments merupakan perusahaan holding berbasis Singapura yang didirikan pada 2022. Adapun PT Satya Mulia Gema Gemilang saat ini tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi 51% atau setara 8,46 miliar saham di MAPI. 

Mitra Adiperkasa merupakan perusahaan Indonesia yang bergelut di industri retail gaya hidup yang menaungi produk olahraga, fesyen, makanan, hingga elektronik. Grup ritel ini memiliki  jaringan regional lebih dari 3.800 gerai di Asia Tenggara.

Di Filipina, perseroan mengoperasikan 247 outlet melalui MAP Active Philippines yang mengoperasikan sejumlah merek internasional seperti Foot Locker, Planet Sports, New Balance, Converse, dan Skechers. 

Selain itu, MAPI juga menjalankan Mapple Philippines Inc. yang menjual produk Apple.

MAPI Catat Kenaikan Laba 6,84% 

Sementara itu, Mitra Adiperkasa (MAPI) membukukan perolehan laba bersih sebesar Rp 960,92 miliar, naik 6,84% dari laba bersih periode sebelumnya sebesar Rp 899,33 miliar. Kenaikan laba juga ditopang dari kenaikan pendapatan yang melesat 8,72% menjadi Rp 19,56 triliun dari Rp 17,99 triliun dalam periode yang sama secara tahunan. 

Pendapatan tersebut diperoleh dari penjualan eceran dan grosir sebesar Rp 18,74 triliun, komisi penjualan konsinyasi sebesar Rp 672,83 miliar, pendapatan sewa dan jasa pemeliharaan sebesar Rp 70,82 miliar dan pendapatan lain-lain sebesar Rp 76,66 miliar. Beban pokok dan penjualan perseroan juga meningkat menjadi Rp 11,24 triliun dari Rp 10,19 triliun secara yoy. 

Harga saham MAPI terpantau melesat 7,59% ke level Rp 1.205 pada perdagangan awal sesi kedua hari ini pukul 13.40 WIB. Namun dalam setahun terakhir, harga sahamnya masih turun 14,5%.

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila